• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Matraman

Prediksi BMKG Jatim Cuaca Ekstrem Terjadi Hingga 3 Bulan

Prediksi BMKG Jatim Cuaca Ekstrem Terjadi Hingga 3 Bulan
Ilustrasi banjir karena cuaca ekstrem. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)
Ilustrasi banjir karena cuaca ekstrem. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)

Trenggalek, NU Online Jatim

Hujan dengan intensitas tinggi masih beberapa kali mengguyur di wilayah Trenggalek, Tulungagung hingga Blitar. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprediksi cuaca ekstrem bakal berlanjut hingga 3 bulan ke depan.

 

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, Ahmad Lutfi mengungkapkan bahwa saat sekarang ini masih masuk musim penghujan. Sehingga potensi terjadinya hujan lebat atau bahkan ekstrim masih sering terjadi dan perlu diwaspadai.

 

"Jadi bukan hanya terhenti kemarin terakhir, namun masih tetap berpotensi dan berulang. Kemungkinan jika tidak, bisa jadi di tempat yang lain hingga 3 bulan ke depan," papar Ahmad Lutfi, saat dikonfirmasi, Rabu (07/12/2022).

 

Kemudian yang patut diwaspadai, Lutfi menuturkan selain hujan lebat, juga harus lebih berhati-hati dengan angin kencang. Meski tak selamanya bersamaan, antara angin kencang dan hujan deras dapat menyebabkan kerusakan jika kecepatan angin melebihi normal.

 

BMKG Jawa Timur menyarankan agar selalu update informasi yang melalui sosial media serta laman website resmi. Dengan melihat prakiraan cuaca maupun peringatan dini cuaca ekstrem, masyarakat akan teredukasi secara by data.

 

Tidak hanya berhenti di situ, Lutfi menambahkan juga harus melalui pengamatan visual. Masyarakat bisa mengamati mulai dari awan yang hitam pekat sekali. Lalu awan bergerak lambat bersamaan kondisi sekitar terasa panas.

 

"Kemudian awan itu akan membentuk menjadi awan lebih besar dalam kurun waktu singkat. Lalu, akan jatuh menjadi hujan yang didahului dengan angin kencang," terangnya.

 

Dikatakan ekstrem, BMKG Jawa Timur mengungkapkan, bisa dilihat pertama adalah jumlah curah hujan melampaui batasan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, kurun waktu singkat kemudian menimbulkan dampak genangan atau banjir

 

"Itu bisa dikatakan ekstrim. Tetapi kalau hujannya lebat saja, hujan lebat itu bisa dikatakan ekstrim kalau dalam 1 jam lebih dari 20 mm," imbuhnya.

 

Lutfi mengulas, kategori angin kencang pertama dilihat dari kecepatan. Kecepatan angin bisa dilihat dari visual, namun di BMKG Jatim dilihat dari kecepatan terukur berapa km/h. Juga bisa menggunakan Skala Beaufort untuk mengklasifikasikan kecepatan angin berdasarkan dari dampak yang ditimbulkan.

 

Kecepatan angin yang tinggi hingga menyebabkan ranting beterbangan dan kerusakan perlu diwaspadai. Sementara, angin bergerak kencang terdapat pola berputar bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah dengan istilah puting beliung.

 

"Kalau memang di daerah tersebut ada, bisa disebut awan kumulonimbus. Dampak yang ditumbulkan kemungkinan cukup besar. Bisa jadi angin kencang mereda, baru hujannya lebat," tutupnya. 


Matraman Terbaru