• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Matraman

Solidaritas Hijab Internasional, Begini Kisah Usaha Kader IPPNU Asal Jombang

Solidaritas Hijab Internasional, Begini Kisah Usaha Kader IPPNU Asal Jombang
Fifi Kholifah, kader IPPNU Jombang yang menekuni usaha hijab online. (Foto: NOJ/Marisa)
Fifi Kholifah, kader IPPNU Jombang yang menekuni usaha hijab online. (Foto: NOJ/Marisa)

Trenggalek, NU Online Jatim

Hijab sekarang sudah menjadi tren bagi masyarakat Indonesia. Dulu, hijab hanya dipakai oleh orang-orang yang akan pergi menghadiri pengajian atau acara resmi lainnya.

 

"Tapi untuk sekarang ini, hijab sudah dipakai oleh kalangan luas masyarakat," ungkap Fifi Kholifah, pengusaha hijab asal Jombang, Sabtu (04/09/2021).

 

Kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) itu menyampaikan, dirinya sudah bertahun-tahun menjalani usaha penjualan hijab. "Sudah lama saya menekuni usaha saya ini, mungkin saat ini berjalan lima tahun, sejak 2016 lalu," kata alumni Universitas Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung tersebut.

 

Fifi menceritakan, awal mula dirinya memulai usaha yakni dengan menerima pesanan. Ketika stok pesanan terkumpul, ia kemudian mengambil barang pesanan di temannya. " Waktu itu labanya sangat sedikit. Tapi demikian saya tetap bersyukur," ujar Fifi.

 

Hal itu dilakukannya cukup lama. Sampai sekitar empat tahun barulah Fifi bisa mandiri dengan membuka toko di rumahnya. Meski hanya toko kecil, namun ia senang karena sudah bisa stok barang secara pribadi. Keuntungan yang diraup pun sedikit bertambah.

 

Menurut Fifi, banyak lika-liku yang harus dihadapi ketika memutuskan untuk jualan online. Dari tertipu, rugi, pelanggan yang kurang sopan, dan lain-lain. Dari semua itu, mental adalah hal utama yang harus disiapkan.

 

"Pernah suatu ketika, sebelum punya toko sendiri, saya ditipu. Ya karena memang pelanggan itu bermacam-macam jenisnya. Ada yang sudah order lalu tiba-tiba hilang kontak, nomor saya diblok. Ada juga yang janjian ketemu, sudah nunggu lama tiba-tiba tidak datang. Tapi ya itulah resiko jual beli online," ungkapnya sembari menghela napas.

 

Hijab yang paling laku di penjualan Fifi adalah hijab instan jenis Bergo Maryam Tali dan Pasmina. Bergo Maryam Tali diminati mulai remaja hingga ibu-ibu, sedangkan Pasmina kebanyakan diminati oleh remaja. Kedua jenis hijab ini paling diminati karena selain teksturnya halus juga mudah dibentuk.

 

Di awal masa pandemi, Fifi sedikit kesulitan karena penjualannya sedikit menurun. Namun hal itu tidak berangsur lama. Tanpa kehabisan akal, ia memutar otak kemudian memperluas pemasarannya melalui media sosial Instagram, Facebook, dan yang lainnya.

 

 

Kini Fifi sudah mampu menanggung biaya hidupnya secara pribadi dengan laba yang diperoleh dari penjualan hijab onlinenya. Dalam satu pekan, Fifi mampu meraup laba sekitar Rp 350 ribu.

 

"Untuk para penjual online, tetaplah semangat, mengalami kerugian adalah hal biasa di dunia usaha. Kita cukup bersabar dan istiqamah. Insyaallah akan berkah," tandasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru