• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Matraman

Tradisi Muhadloroh Santri, Sederhana tapi Penting

Tradisi Muhadloroh Santri, Sederhana tapi Penting
Kegiatan muhadloroh Mahasantri Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Dusun Puyut, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Kamis (01/ 10) malam. (Foto : NOJ/ Yoga).
Kegiatan muhadloroh Mahasantri Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Dusun Puyut, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Kamis (01/ 10) malam. (Foto : NOJ/ Yoga).

Ponorogo, NU Online Jatim

Muhadloroh biasanya dilaksankan di pesantren-pesantren salafiyah yang ada di Indonesia. Para santri mestinya tidak asing dengan tradisi Muhadloroh.

 

Adapun Muhadloroh adalah latihan berpidato di depan kalayak ramai. Ini tentu bertujuan melatih kemampuan dan mental santri. Supaya ketika nanti Mahasantri terjun pada masyarakat, organisasi dan komunitas, mereka  sudah siap mental untuk mengutarakan gagasan dan ilmu yang bermanfaat bagi penyimaknya.

 

Seperti yang dilaksankan di serambi Masjid Al Adnan, para Mahasantri Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Dusun Puyut, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo melaksanakan Muhadloroh, Kamis (01/10/2020) malam.

 

Para petugas Muhadloroh dengan materinya masing-masing berpidato di depan Pengasuh, Ketua Yayasan dan para Mahasantri. Baik petugas maupun Mahasantri yang hadir pada kegiatan itu nampak antusias.

 

Sontak suasana keseruan dalam belajar berbicara di muka umum, berlangsung cukup pecah. Mulai dari para peserta yang tampak grogi serta sesekali terjadi guyonan dari para Mahasantri yang turut menguji mental petugas Muhadloroh.

 

Muhammad Busro, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut mengatakan, pembelajaran berbicara di muka umum ini merupakan kegiatan mingguan para Mahasantri yang diadakan seusai Maulid Al Barzanji.

 

"Ini bertujuan untuk mendidik Mahasantri untuk luwes berbicara di depan umum," katanya.

 

Abah Busro mengungkapkan, kendati beberapa Mahasantri Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, sudah lihai dibidang tersebut. Namun, ketrampilan berbicara di depan publik harus sering diasah.

 

"Kalau di Istiqomahkan, lalu terbiasa, maka mereka siap berkembang. Ibarat pisau yang tidak diasah jadi kurang tajam," terangnya.

 

Editor : Romza


Editor:

Matraman Terbaru