• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 4 Februari 2023

Metropolis

8 Polisi di Jatim Positif Sabu-sabu, Ini Pandangan Gus Baha Soal Narkoba

8 Polisi di Jatim Positif Sabu-sabu, Ini Pandangan Gus Baha Soal Narkoba
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Narkoba jenis sabu-sabu tidak hanya dikonsumsi atau dipakai masyarakat umum. Faktanya ada delapan anggota kepolisian di Jawa Timur (Jatim) positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.


Hal ini diketahui setelah Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim melakukan tes urine terhadap delapan polisi tersebut.


Dilansir dari Kompas.com, pada Selasa (23/08/2022) Bid Propam Polda Jatim melaksanakan tes urine. Hasilnya, tiga anggota Polsek Sukodono Kabupaten Sidoarjo positif narkoba jenis sabu. Salah satu yang positif narkoba adalah AKP I Ketut Agus Wardana, Kapolsek Sukodono yang sudah dicopot dari jabatannya pada Kamis (25/08/2022).


Adapun dua anggota Polsek Sukodono yang juga positif narkoba berinisial Aiptu YS dan Aiptu YHP.


Di lokasi berbeda, Bid Propam melaksanakan tes urine mendadak terhadap 30 anggota Polsek Sukomanunggal, Kota Surabaya pada Rabu (24/08/2022). Usai tes urine, Bid Propam mengamankan lima orang yang positif narkoba jenis sabu. Mereka berinisial Aipda TA, Aiptu EW, dan Bripka FR, Bripka PD, dan Bripka C.


Sedangkan tiga polisi lainnya yaitu TA, EW, dan FR sudah lebih dulu dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.


Kata Gus Baha soal narkoba

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal Gus Baha menjelaskan, banyak literatur tentang bahaya narkoba ditinjau dari sisi agama, sisi kehidupan normal maupun dalam menjaga harkat martabat bangsa.   


Pertama, bangsa ini pernah berprestasi mengusir penjajah tapi akan hancur dan tidak bernilai jika masyarakatnya terjangkit narkoba.


Menurutnya, hampir semua penelitian menyebutkan bahwa terjangkitnya narkoba berdampak pada kecelakaan di jalan, kecelakaan sosial, sistem sosial, maupun sistem pendidikan.


Lebih lanjut Gus Baha mengatakan, kecelakaan banyak terjadi disebabkan karena penggunaan narkoba. Misalnya, kasus kecelakaan pada supir yang mengonsumsi narkoba sehingga kurang fokus dalam berkendara dan menyebabkan kecelakaan di jalan. 


"Kasus lain akibat penyalahgunaan narkoba yakni terjadinya pembunuhan, pelecehan, meskipun banyak juga yang tidak disebabkan oleh narkoba," ujar Gus Gus Baha dikutip NU Online pada 24 Juni 2021.  


Kedua, dalam literatur di dunia kiai. Gus Baha mengisahkan seseorang yang perilakunya baik namun tergoda dengan dosa yang dianggap paling kecil seperti mabuk kemudian memerkosa dan membunuh.


Dijelaskan Gus Baha bahwa efek dari narkoba sangat buruk maka di antara syarat ketahanan bangsa harus bebas dari pengaruh narkoba yang menyebabkan merusak otak, perilaku, empati dan lain sebagainya.


Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an itu LP3IA, Rembang ini menegaskan bahwa tokoh agama maupun masyarakat Indonesia menolak penyalahgunaan narkoba dan menginginkan anak-anak bangsa, orang tua dan keluarga terbebas dari narkoba. 


Gus Baha juga berharap barokahnya nilai-nilai yang dianut kiai, ulama, para tokoh agama, tokoh masyarakat dapat menjadi kebaikan dan itu dimulai dengan terbebas dari penyalahgunaan narkoba. "Jadi, saya mohon bangsa ini bahu-membahu untuk melawan narkoba," ajaknya.


Editor:

Metropolis Terbaru