• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 Februari 2024

Metropolis

1 ABAD NU

Alasan Penting Digelarnya Muktamar Internasional Fiqih Peradaban

Alasan Penting Digelarnya Muktamar Internasional Fiqih Peradaban
Flyer Muktamar Internasional Fiqih Peradaban 1. (Foto: NU Online)
Flyer Muktamar Internasional Fiqih Peradaban 1. (Foto: NU Online)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (06/02/2023) besok. Agenda ini akan dihadiri sekitar 300 ulama dengan 15 ulama di antaranya sebagai pembicara kunci, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.


Forum para ahli hukum dan mufti dari berbagai negara tersebut akan membicarakan berbagai isu modern, mulai dari konsep Islam tentang negara modern, soal relasinya dengan non-muslim, hingga terkait tata politik global.


"Perhelatan internasional ini menjadi bagian tak terpisahkan dari misi PBNU untuk mendorong umat Islam di seluruh dunia turut memikirkan problem internal umat Islam sendiri, lalu memberikan solusi konkret bagi masa depan peradaban dunia melalui norma-norma fiqih," kata Wakil Ketua Panitia Ahmad Ginanjar Sya'ban di Jakarta, Sabtu (04/02/2023).


Menurutnya, NU sudah memiliki khazanah tradisi dan keputusan yang bisa diadopsi masyarakat Muslim di belahan dunia lain, terutama yang menyangkut fiqh siyasah (fiqih politik) dan aspek muamalah lainnya.


Disebutkan, bahwa gelaran Muktamar Fiqih Peradaban I ini merupakan hasil inisiasi Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang memandang bahwa hingga saat ini masih terdapat banyak masalah yang muncul dari agama.


Gagasan awal serta alasan mengenai keharusan Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I ini digelar sebenarnya sudah ditulis Gus Yahya di dalam buku "Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama" (2020: 65). Ia menuliskan sebuah bagian yang berjudul ‘Mengakui Masalah, Menemukan Solusi’.


Menurut Gus Yahya, jika ingin membangun peradaban yang mulia, maka NU perlu memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang ada. Artinya, pertama harus mau mengetahui bahwa ada masalah dan mau mengakui kalau itu masalah. Ia kemudian menjelaskan beragam masalah yang terjadi di dalam internal Islam, sehingga perlu adanya fiqih peradaban.


“Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I ini adalah forum internal umat Islam di seluruh dunia yang merupakan lanjutan dari G20 Religion Forum atau biasa disebut Religion Twenty (R20) yang digelar pada November 2022 lalu,” tandasnya.


Metropolis Terbaru