• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Metropolis

Cerita Kiai Zainuddin Djazuli Ploso Patroli Kamar Santri untuk Subuhan

Cerita Kiai Zainuddin Djazuli Ploso Patroli Kamar Santri untuk Subuhan
Romo KH Dzainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri. (Foto: Istimewa)
Romo KH Dzainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Wafatnya Romo KH Dzainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama dan masyarakat. Tak terkecuali bagi para alumni pesantren yang diasuhnya.

 

Duka atas meninggalnya ulama sepuh akrab disapa Mbah Din itu salah satunya dirasakan Kiai Abdul Karim, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Probolinggo. Karim adalah salah satu dari ribuan alumni yang pernah belajar di Pesantren Ploso.

 

"Perhatian panjenengan kepada santri dalam segala hal sangat besar. Saat panjenengan masih sehat, sebelum Subuh penjenengan keliling membangunkan santri sendiri ke kamar-kamar. Tidak jarang panjenengan menasihati santri di kamar-kamar," tulis Karim di akun Facebooknya, @Abdul Karim.

 

Acap kali, lanjut Karim, Mbah Din menguji secara langsung santri-santrinya di kamar, biasanya menguji tentang ilmu alat (nahwu dan sharaf). Banyak hal lain masalah pesantren yang ditangani sendiri oleh almarhum semasa masih sehat.

 

"Panjenengan disiplin. Meski pun dikenal selalu berpenampilan bersih dan resmi, namun panjenengan berbaur dengan masarakat dan sering kali saya melihat panjenengan keliling ke sawah dengan sepeda ontelnya. Yang jelas panjenengan ikon kedisiplinan di Al-Falah. Selamat jalan guruku," kenang Karim.

 

 

Kiai Zainuddin Djazuli wafat pada Sabtu (10/07/2021) saat dirawat di rumah sakit di Tulungagung. Ucapan duka pun membanjiri jejaring WhatsApp dan media sosial. Ulama, tokoh masyarakat, pejabat, politikus, hingga masyarakat biasa turut bersedih atas meninggalnya Mbah Din.


Editor:

Metropolis Terbaru