• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Metropolis

Gairah Nahdliyin Ingin Dirikan Rumah Sakit NU Perlu Direspons

Gairah Nahdliyin Ingin Dirikan Rumah Sakit NU Perlu Direspons
Foto: NU Online
Foto: NU Online

Surabaya, NU Online Jatim

Gairah Nahdliyin untuk mendirikan rumah sakit milik Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai daerah terus berkembang. Bahkan tidak sedikit yang mengawali pendirian rumah sakit NU dengan penggalangan dana melalui program Kotak Infaq (Koin) NU. Semangat ini perlu direspons dengan baik oleh struktural NU di berbagai tingkatan.

 

H Muhammad Nuh, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, gairah dan semangat itu harus ditangkap dan direspons cepat oleh para pengurus cabang dan wilayah dengan melakukan langkah-langkah kongkrit, terencana, dan terukur agar harapan dan mimpi-mimpi itu dapat terealisasi.

 

"Tapi saya ingatkan jangan terjebak dengan uforia, dana atau uang bukan segala-galanya. Manajemen persiapan dan pengelolaan juga tidak kalah penting untuk disiapkan dengan cermat dan akurat," katanya di Demak, Jawa Tengah, Rabu (26/05/2021) sebagaimana dilansir NU Online.

 

Pria yang akrab disapa Prof Nuh ini mengingatkan, tidak perlu tergesa-gesa membangun rumah sakit meski sudah mengantongi dukungan dana yang besar, apalagi dana itu bersumber dari warga yang harus dimanfaatkan dengan tepat.

 

"Harapan Nahdliyin itu harus segera ditindaklanjuti dengan perintisan pendirian poliklinik-poliklinik yang salah satunya disiapkan untuk dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan," terangnya.

 

Ia menegaskan, PBNU juga mendorong rumah sakit-rumah sakit NU yang sudah beroperasi dengan baik agar membuka diri dan memperluas jejaringnya dengan menjadikan klinik-klinik yang ada menjadi satelit pelayanannya.

 

 

"PBNU menilai RSINU Demak layak menjadi rujukan atau acuan bagi pengurus NU dari berbagai daerah untuk tempat pembelajaran bagaimana memulai dan mengembangkan institusi layanan kesehatan," sarannya.


Editor:

Metropolis Terbaru