• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Metropolis

Gubernur Jatim Yakin, Pesantren Lahirkan Wirausahawan dan Produk Unggulan

Gubernur Jatim Yakin, Pesantren Lahirkan Wirausahawan dan Produk Unggulan
Gubernur Jatim memperhatikan sejumlah produk unggulan pesantren di Unusa. (Foto: NOJ/Unusa)
Gubernur Jatim memperhatikan sejumlah produk unggulan pesantren di Unusa. (Foto: NOJ/Unusa)

Surabaya, NU Online Jatim

Angin segar diembuskan untuk kemandirian pesantren. Hal tersebut lantaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan dalam lima tahun ke depan pesantren mampu mencetak sebanyak seribu produk unggulan dan satu juta wirausaha baru.

 

Harapan itu disampaikan Gubernur Jatim, Hj Khofifah Indar Parawansa pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2020, Senin (5/10/2020).

 

Dalam pandangan perempuan yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU tersebut, Jatim memiliki nafas perjuangan dan komitmen untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas ekonomi syariah dari berbagai bidang. Utamanya untuk mengatasi pandemi Covid-19.

 

“Kami melihat peluang dan potensi pengembangan ekonomi syariah baik di Jawa dan Indonesia ini bisa menjadikan referensi syariah dunia. Ini bisa dilakukan melalui pengembangan industri produk halal, pengembangan keuangan syariah, pengembangan sosial syariah, dan perluasan kegiatan usaha syariah,” katanya saat sambutan.

 

Disampaikannya bahwa Pemprov Jatim terus mendorong industri halal. Mulai dari produk pangan, sertifikasi halal produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hingga sertifikasi sembelih halal baik di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun pasar tradisional. Juga produk medis halal melalui pengembangan cangkang kapsul berbahan rumput laut sehingga menjadi halal.

 

“Selain itu ada pengembangan Islamic Science Park atau ISP di Madura yang masuk dalam program pembangunan dalam Perpres 80 Tahun 2019. Kami harap ini akan jadi gravitasi ekonomi syariah dunia yang ada di Indonesia,” harapnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Jatim memiliki sebanyak 6.000 pesantren yang berpotensi besar untuk dikembangkan melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Dengan harapan bisa menciptakan satu juta wirausaha baru dari kalangan pesantren juga alumninya. Juga mencetak seribu produk unggulan pesatren dalam lima tahun ke depan.

 

“Sejalan dengan tema Fesyar 2020 yakni akselerasi peran syariah dalam mendorong ekonomi regional, kami sambut kegiatan yang dapat menggerakkan ekonomi syariah. Meskipun Fesyar ini dilakukan secara virtual, tapi diharapkan tetap bisa menggeliatkan ekonomi di Jawa,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

 


Editor:

Metropolis Terbaru