• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Metropolis

Guru Madrasah di Gresik Dibekali Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Guru Madrasah di Gresik Dibekali Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Puluhan guru madrasah di Bawean, Gresik saat pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). (Foto: NOJ/ Aminuddin)
Puluhan guru madrasah di Bawean, Gresik saat pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). (Foto: NOJ/ Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Puluhan guru madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) dan KKM Gresik Jawa Timur 0004 (KKMTs Sangkapura) diberikan pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan tersebut dipusatkan aula MTs Umar Mas'ud, Kecamatan Sangkapura, Jum'at (19/11/2021).

 

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Markus berharap dari kegiatan ini guru madrasah dapat memiliki kreativitas dan adaptasi tinggi terkait dengan perkembangan keilmuan dan perkembangan teknologi.

 

"Saya berharap, agar kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh guru madrasah untuk menambah ilmu, keterampilan, serta menambah sikap keprofesionalan sebagai guru yang mempunyai tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

 

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu visi dan misi Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat. Karena ini, diharapkan di Bawean SDM-nya terus meningkat dan maju sesuai dengan harapan.

 

"Untuk pelatihan ini sudah ada yang namanya fasilitator daerah, yang sebelumnya sudah di TOT oleh Kemenag Pusat agar bisa melatih guru itu di dalam kegiatan-kegiatan keprofesian," terang Markus.

 

Sementara Edi Faiz, salah satu peserta pelatihan mengaku, acara ini sangat luar biasa dan pelatihan ini merupakan yang pertama di Bawean. Ia mengaku sangat terpicu untuk membuat madrasah menggunakan metode pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan zaman tentunya.

 

"Jika sebelumnya kami terbiasa menggunakan kurikulum biasa, diharapkan nantinnya pasca pelatihan dapat menggunakan Kurikulum yang terbaru," paparnya.


Metropolis Terbaru