• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Metropolis

Hadirkan Narasumber dari Malaysia, STAI Al-Azhar Gresik Gelar Webinar

Hadirkan Narasumber dari Malaysia, STAI Al-Azhar Gresik Gelar Webinar
Webinar yang diadakan STAI Al-Azhar Gresik. (Foto: NOJ/ Muhamad Arif).
Webinar yang diadakan STAI Al-Azhar Gresik. (Foto: NOJ/ Muhamad Arif).

Gresik, NU Online Jatim

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Himpunan Prodi PGMI Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Menganti Kabupaten Gresik menyelenggarakan webinar internasional, Sabtu (25/09/2021). Dalam kegiatan ini panitia menghadirkan dua pemateri dari Negara Malaysia.

 

Keduanya yaitu Makmur Haji Harun, dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia dan Mohd Kasturi Nor Abd Aziz, dosen Universiti Malaysia Perlis.

 

Webinar ini diikuti peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia, termasuk adanya peserta dari Malaysia.

 

Ketua panitia Webinar Internasional, Fitri Diah Rahmawati mengatakan, pedaftar yang tercatat pada link google form panitia adalah 1.211 peserta. “Namun, perlu diingat bahwa acara webinar disebarkan hanya melalui media sosial dengan waktu kurang dari dua minggu. Namun, peserta menunjukkan animo yang luar biasa," kata Fitri.

 

Sementara itu, Ketua STAI Al-Azhar Menganti Gresik, Sutono mengatakan, menyongsong era society 5.0 dunia pendidikan harus merespon secara tepat. Terlebih pada pendidikan tinggi di bawah naungan pesantren yang harus mampu memberikan contoh di tengah kegundahan masyarakat.

 

“Sebagaimana adanya konsep baru berupa era society 5.0. Maka, dunia pendidikan harus menguasai beberapa keahlian penunjang. Seperti leadership, digital literacy, communication, emotional intelligence, enterpreneurship, global citizenship, problem solving, team-working," ungkapnya.

 

Dalam kesempatan itu, Makmur Haji Harun mengungkapkan, penguatan pendidikan di era society 5.0 harus didasarkan pada 4 pilar utama. Pertama, pendidikan berbasis kompetensi harus menjadi salah satu misi utama perguruan tinggi di era sekarang.

 

 

Kedua, pemanfaatan internet of things saat ini bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan. Ketiga, pemanfaatan virtual/augmented reality dalam dunia pendidikan. “Keempat, pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan," tandasnya.

 

Penulis: Muhamad Arif


Editor:

Metropolis Terbaru