• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Metropolis

Hari Ibu, Tak Perlu Rayakan dengan Seremonial

Hari Ibu, Tak Perlu Rayakan dengan Seremonial
Nyai Hj Masruroh Wahid, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur. (Foto: NOJ/kd)
Nyai Hj Masruroh Wahid, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur. (Foto: NOJ/kd)

Surabaya, NU Online Jatim

Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. Dalam merayakan hari Ibu, tentu banyak digelar berbagai macam perayaan. Namun, di masa pandemi Covid-19 yang serba terbatas dan memprihatinkan, masih pentingkah merayakan hari ibu?

 

Bu Nyai Hj Masruroh Wahid, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, mengungkapkan bahwa hadirnya Hari Ibu tidak lepas dari kongres perempuan yang terselenggara sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Jika membicarakan hari ibu tentu tidak lepas dari sejarah. Bermula dari kongres perempuan yang diselenggarakan jauh sebelum kemerdekaan, tepatnya 22-25 Desember 1928,” katanya, Selasa (22/12/2020).

 

Bu Nyai Masruroh, begitu akrab disapa, menerangkan bahwa kongres perempuan yang diikuti berbagai daerah seperti Jawa, Ambon, Sumatera, tersebut merupakan bentuk ikhtiar dari para perempuan nusantara untuk memperoleh kemerdekaan utamanya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

 

“Dari kongres tersebut akhirnya disepakati untuk memperingati hari ibu,” ungkapnya.

 

Selain itu, Bu Nyai kharismatik kelahiran Jombang tersebut meyakini bahwa dalam masa pandemi Covid-19 urgensi perayaan Hari Ibu secara seremonial tidak terlalu penting.

 

“Secara seremonial di era pandemi menjadi tidak penting. Tetapi menggaungkan Hari Ibu, itu sangat penting, agar generasi anak muda mengetahui kalau ibu juga berperan dalam segala hal. Namun, apa artinya jika diperingati secara seremonial tapi tidak ada realisasi. Jadi yang penting ada realisasi nyata,” imbuhnya.

 

Mantan Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur tersebut juga menambahkan bahwa sosok ibu memiliki andil yang luar biasa bagi bangsa dan Negara.

 

“Sebenarnya kehidupan bisa tertata rapi karena campur tangan ibu. Karena ketika perempuan itu baik, maka bisa dipastikan negaranya baik. Namun jika perempuan itu rusak, maka negara juga akan rusak,” pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru