• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Metropolis

Hari Lingkungan Hidup, Fatayat NU di Bawean Reboisasi Pantai

Hari Lingkungan Hidup, Fatayat NU di Bawean Reboisasi Pantai
Kader Fatayat NU di Bawean saat melakukan reboisasi pantai peringati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. (Foto: NOJ/ Aminuddin)
Kader Fatayat NU di Bawean saat melakukan reboisasi pantai peringati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. (Foto: NOJ/ Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim
Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Daun bersama Kelompok Bank Sampah Putri Majeti Desa Daun melakukan giat reboisasi pantai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-Dunia. Reboisasi dengan penanaman pohon mangrove dan kelapa ini dilaksanakan di Pantai Patekang, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Ahad (05/06/2022).


Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Bawean, Rafi'ah yang turut hadir di lokasi mengatakan, bahwa giat ini merupakan bagian dari program Fatayat NU Bawean dalam upaya menjaga lingkungan laut Bawean.


"Pulau Bawean yang memang sebuah pulau dikelilingi laut ini patut untuk kita sama-sama jaga dan lestarikan. Agar ekosistem tetap terjaga dan tidak terjadi abrasi," ungkapnya.


Saat kegiatan berlangsung hujan yang cukup deras melanda lokasi reboisasi. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus Fatayat NU dalam melaksanakan reboisasi sebagai upaya menjaga alam.


"Meski hujan turun, tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap melaksanakan reboisasi. Karena kita sudah kadung agendakan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia ini," paparnya.


Menurut Rafi'ah, mangrove dan kelapa merupakan pohon yang cocok untuk ditanam di lingkungan pantai. Hal tersebut agar tidak terjadi abrasi dan mengganggu ladang dan sawah warga yang berdekatan dengan pantai.


"Kita menanam pohon mangrove dan pohon kelapa karena pohon tersebut yang sesuai dengan kondisi tanah sekitar pantai. Hal ini dilakukan untuk menjaga lingkungan dari abrasi, mengingat sawah dan ladang di sekitar pantai sudah banyak yang tidak bisa digunakan karena sudah tergerus oleh air laut atau air asin," pungkasnya.


Metropolis Terbaru