• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Metropolis

Jadi Korban Penghinaan, Santri Utamakan Akhlak dan Adab

Jadi Korban Penghinaan, Santri Utamakan Akhlak dan Adab
Ning Ita Fajria Tamim, Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang. (Foto: NOJ/istimewa)
Ning Ita Fajria Tamim, Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Jagat media sosial diramaikan dengan kasus perundungan yang dilakukan oleh Eko Kuntadhi kepada Ning Imaz Fatimatuz Zahro, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Eko diketahui melontarkan kalimat-kalimat kasar dan menghina Ning Imaz dalam video dengan judul thumbnail 'Lelaki di Surga Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa?' itu.

 

Hal itu tentu menarik respons dari berbagai kalangan seperti pegiat pesantren, nawaning dan aktivis perempuan. Ning Ita Fajria Tamim, Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang mengatakan bahwa orang yang mengeluarkan penghinaan tidak perlu mendapat perhatian khusus.

 

"Bagi saya peribadi, orang yang mengeluarkan penghinaan dengan kata-kata kasar semacam itu tak layak diberi perhatian berlebih apalagi dibiarkan mengganggu ketenangan hidup kita. Simpanlah energi kita untuk hal yang lebih maslahat dan manfaat dari pada mencaci maki pelaku," katanya, Rabu (14/09/2022).

 

Penulis buku Daily Insight ini mengungkapkan bahwa sikap Ning Imaz yang tenang dalam menghadapi kasus ini adalah karakter santri yang dikenal dengan akhlak, adab, dan sopan santunnya dalam human relation.

 

"Hal ini berpijak pada hadist Nabi dimana mendapatkan perintah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia," ungkapnya.

 

Meski demikian, Ning Ita mendukung adanya langkah hukum terkait segala macam bentuk penghinaan agar orang paham bahwa akhlak yang baik tidak hanya diam ketika dihina namun juga mengambil langkah tegas.

 

"Meski begitu, saya pribadi mendukung adanya langkah hukum terkait penghinaan ini. Agar orang paham bahwa akhlak yang baik tidak hanya ditunjukkan semata dengan diam ketika dihina. Namun juga dengan mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku dengan cara yang santun dan elegan," pungkasnya.


Metropolis Terbaru