• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Metropolis

Jam’iyah Ruqyah Aswaja di Sidoarjo Sedekah Ruqyah ala NU

Jam’iyah Ruqyah Aswaja di Sidoarjo Sedekah Ruqyah ala NU
Anggota Jam'iyah Ruqyah Aswaja saat melakukan aktivitas keliling Kecamatan Porong, Sidoarjo, memberikan layanan ruqyah. (Foto: NOJ/Sutrisno Akbar)
Anggota Jam'iyah Ruqyah Aswaja saat melakukan aktivitas keliling Kecamatan Porong, Sidoarjo, memberikan layanan ruqyah. (Foto: NOJ/Sutrisno Akbar)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Porong, Kabupaten Sidoarjo, berkeliling kecamatan untuk memberikan pengobatan ruqyah ala NU kepada warga yang sakit dan membutuhkan pengobatan nonmedis secara gratis, Kamis (16/09/2021) malam. Di kegiatan rutin itu juga disampaikan kepada warga tentang keajaiban Al-Qur’an sebagai obat.

 

H Sutaman, Ketua PAC JRA Porong, mengatakan bahwa kegiatan yang sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu ini merupakan amalan yang menjadi salah satu ciri khas orang NU untuk mengenalkan Al Qur'an sebagai obat dalam menyembuhkan segala macam penyakit.

 

"Alhamdulillah di PAC Porong ini sudah ada 30 praktisi dan kegiatan kami selain melakukan pengobatan rutin di wilayah Kecamatan Porong,” katanya.

 

Kegiatan JRA Porong bahkan juga di luar kecamatan dan luar daerah. Seperti di Surabaya,  Pasuruan, Malang, bahkan pernah juga memenuhi undangan di Bali

 

Sutarman menjelaskan, ruqyah Aswaja  merupakan metode pengobatan yang telah dicontohkan dan dijelaskan oleh Nabi SAW kepada orang yang mengalami sakit tentang apa yang Rasul ketahui berdasarkan wahyu.

 

"Ruqyah Aswaja ini ialah kegiatan mengeluarkan jin, sihir, dan lainnya yang diawali dengan bertawasul kepada wali-walinya Allah dan diakhiri dengan pemberian serta pengenalan hakikat hidup manusia," ujarnya.

 

Salah satu praktisi senior ruqyah Aswaja asal Candi, Sidoarjo, Ustadz Fatchur Aminudin, menambahkan bahwa dari keseluruhan penyakit itu 60 persen penyebab awalnya adalah karena nonmedis, 40 persen karena pola makan dan pola hidup yang tidak sehat, Bahkan jika terlalu lama penyakit non medis tersebut bisa menjadi medis.

 

"Penyakit nonmedis ini bisa saja karena gangguan, pola pikir, ketempelan, qodam, sihir, atau guna-guna dan hal-hal lain yang bisa saja terjadi karena adanya makhluk gaib disekitar kita," katanya.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru