• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Januari 2023

Metropolis

Ketua Fatayat NU Surabaya: Geser Anggaran Bus Tayo untuk Warga Isoman

Ketua Fatayat NU Surabaya: Geser Anggaran Bus Tayo untuk Warga Isoman
Camelia Habiba. (Foto: NOJ/Ist).
Camelia Habiba. (Foto: NOJ/Ist).

Surabaya, NU Online Jatim

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Surabaya, Camelia Habiba mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalokasikan dana anggaran bus Tayo untuk bantuan kepada warga yang sedang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman). Baik itu berupa bahan pokok ataupun paket kesehatan lainnya.

 

Perempuan yang juga Wakil Ketua komisi A DPRD Kota Surabaya tersebut juga mendesak Pemkot Surabaya sementara waktu menghentikan operasional bus yang pembayaran tiketnya menggunakan botol bekas tersebut.

 

“Dari pada masih mengundang orang untuk keluar rumah dan bepergian, lebih baik Bus Tayo ini operasionalnya dihentikan sementara. Dan untuk anggarannya bisa dialokasikan untuk bantuan kepada masyarakat yang sedang Isoman,” kata Camelia Habiba dilansir beritabangsa.com, Selasa (13/07/2021).

 

Menurut Habiba, sikap Pemkot Surabaya selama diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak konsisten. Pasalnya, usaha-usaha swasta ada pengurangan pekerja hingga 25 persen dan yang lain diwajibkan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.

 

Sedangkan operasional Bus Tayo yang menjadi ikon kendaraan Kota Surabaya dengan jumlah 20 unit hanya dikurangi 10 persen. Artinya 18 unit bus masih beroperasional.

 

”Ini sangat menyedihkan, Pemkot Surabaya sudah memberi contoh yang tidak baik. Ini dapat memicu orang untuk bepergian,” ungkapnya.

 

Politisi perempuan tersebut berharap, agar Pemkot Surabaya menghentikan sementara operasional Bus Tayo dan digeser untuk membantu warga yang isoman.  

 

“Apalagi PPKM Darurat di Jawa-Bali akan diperpanjang oleh Pemerintah Pusat yang tentunya akan berdampak besar bagi warga kota Surabaya,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru