• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Metropolis

Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan Tantangan Guru semakin Berat

Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan Tantangan Guru semakin Berat
KH Ma'ruf Amin mengingatkan tantangan guru semakin berat seiring perkembangan zaman. (Foto: NOJ/NU Network)
KH Ma'ruf Amin mengingatkan tantangan guru semakin berat seiring perkembangan zaman. (Foto: NOJ/NU Network)

Mojokerto, NU Online Jatim
Kunjungan Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin selama di Jawa Timur dilanjutkan ke Institut KH Abdul Chalim, Mojokerto, Jumat (03/06/2022). Pada kegiatan yang diisi dengan sarasehan tersebut, dikemukakan betapa tugas penting dari pendidik atau guru.


"Tugas guru ini adalah menciptakan, membangun masa depan sesuai dengan nama guru, itu kata orang Jawa digugu, ditiru. Artinya didengarkan omongannya dan diikuti perilakunya. Oleh karena itu, guru harus menjadi teladan, harus menjadi uswatun hasanah sehingga bisa diikuti oleh murid-muridnya," katanya sebagaimana siaran pers yang diterima media ini. 


Kiai yang pernah diamanahi sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengemukakan bahwa tantangan guru ke depan memang berat seiring dengan perkembangan zaman. Mulai dari disinformasi, krisis pangan, pemberdayaan umat, hingga perilaku menyimpang.


"Tantangan kita jangan sampai anak-anak kita rusak. Pertama tentu menjaga akidah-akidah yang rusak, ini akidah-akidah banyak yang menyimpang," terangnya. 


KH Ma’ruf Amin turut mengingatkan, Indonesia merupakan negara hukum sehingga segala tindakan harus berdasarkan regulasi yang ada. Oleh karena itu, ia menegaskan, guru memiliki peran penting dan strategis dalam mengantisipasi berbagai tantangan zaman yang terjadi, baik dari sisi keilmuan dan dari sisi regulasi. 


"Wajibnya kita bersiap untuk menghadapi semua bahaya yang diduga datang. Jadi harus melakukan antisipasi terhadap berbagai bahaya yang majnun, apalagi yang sudah nyata," jelasnya. 


Dirinya mengingatkan bahwa kini bahaya yang dihadapi sudah ada, dan dikira-kira ke depan nanti gelombangnya akan lebih besar lagi. 


Selain dari sisi keilmuan, Wapres juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Sehingga, segala tindakan harus berdasarkan hukum. 


"Saya kira kiai penting untuk legitimasi undang-undangnya, penting. Kalau pemerintah itu kalau ada undang-undangnya itu tinggal dieksekusi. Tapi kalau tidak ada undang-undangnya, nah itu dianggap melanggar undang-undang," papar dia. 


Untuk itu, Wapres menegaskan, bahwa guru memiliki peran penting dan strategis dalam mengantisipasi berbagai tantangan zaman yang terjadi, baik dari sisi keilmuan (ilmu agama, dan ilmu dunia), juga dari sisi regulasi yang ada. 


KH Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur. Ada sejumlah agenda yang dilaksanakan Wapres selama tiga hari, antara lain meninjau pembangunan hunian masyarakat di Lumajang, dan napak tilas ke sejumlah pondok pesantren pendiri Nahdlatul Ulama (NU).


Informasi dalam situs wapresri.go.id, Kamis (02/06/2022), Wapres bersama Wury Ma’ruf Amin istrinya, pagi ini berangkat ke Surabaya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lumajang untuk mengecek langsung pembangunan hunian tetap dan hunian sementara korban erupsi Gunung Semeru.


Hari kedua, Wapres berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Rejoso, Peterongan sekaligus berziarah ke makam KH Romly Tamim. Berikutnya ke Pondok Pesatren Amanatul Ummah, dan Institut KH Abdul Chalim, di Mojokerto.


Kemudian ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Dan terakhir meresmikan Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), serta berziarah ke makam pahlawan nasional KH Abdul Wahab Hasbullah.


Metropolis Terbaru