• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Metropolis

LPBI Bekali Kader NU Penguatan Koordinasi Penanggulangan Bencana

LPBI Bekali Kader NU Penguatan Koordinasi Penanggulangan Bencana
Gempa bumi di Malang beberapa bulan yang lalu. (Foto: NOJ).
Gempa bumi di Malang beberapa bulan yang lalu. (Foto: NOJ).

Surabaya, NU Online Jatim

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pelatihan koordinasi dalam penanggulangan bencana secara daring, Selasa (24/8/2021). Sebanyak 31 kader Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah mengikuti pelatihan ini.

 

Ketua LPBI PBNU, M Ali Yusuf mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi Covid-19 dan Bencana Alam (PKMM-CBA) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU.

 

“Pelatihan ini akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan, dengan menyasar pengurus Rukun Warga (RW) dan individu masyarakat,” ujar M Ali Yusuf saat membuka acara, dilansir NU Online.

 

Ali Yusuf menyampaikan, bahwa para peserta akan dilatih keterampilan kampanye publik untuk memperkuat upaya pencegahan Covid-19, pembuatan update data warga terpilah berbasis geospasial. Selain itu, juga diajarkan bagaimana cara penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pendukung pelaksanaan protokol kesehatan, termasuk fasilitas karantina berbasis RW.

 

“Tak kalah penting, program PKMM-CBA juga memberikan paket bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 khususnya kelompok rentan,” imbuhnya.

 

Menurut Ali, LPBI NU berupaya menanggulangi bencana alam yang terjadi saat penanganan Covid-19 seperti banjir di Kalimantan, gempa di Sulawesi Barat dan Malang, dan siklon seroja di Nusa Tenggara Timur.

 

"Oleh karena itu, program PKMM-CBA akan melakukan pendampingan kepada masyarakat dan stakeholder di level desa untuk melakukan identifikasi ancaman bencana di level desa berikut upaya PRB yang harus dilakukan," tuturnya.  

 

Setelah langkah tersebut mampu diefektifkan, barulah disusun SOP penanganan pandemi di level desa yang melibatkan semua kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan dan kelompok disabilitas.

 

Untuk diketahui, kader-kader NU yang menjadi peserta pelatihan merupakan tim pelaksana program dari Kabupaten Lamongan, Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Kotamadya Kediri (Jawa Timur), Kabupaten Buleleng (Bali) dan Kabupaten Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat.

 

 

Selama empat hari para peserta mengikuti pelatihan dengan harapan dapat memperkuat koordinasi stakeholder dalam upaya penanggulangan bencana.


Metropolis Terbaru