• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Metropolis

LPPNU Jatim Dorong Pertanian Organik sebagai Solusi Masa Depan

LPPNU Jatim Dorong Pertanian Organik sebagai Solusi Masa Depan
Pertanian organik melibatkan santriwati di Pesantren Fathul Ulum, Jombang. (Foto: NOJ/Istimewa)
Pertanian organik melibatkan santriwati di Pesantren Fathul Ulum, Jombang. (Foto: NOJ/Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Indonesia adalah negeri yang dikenal agraris. Sebelum adanya kemajuan teknologi transportasi maupun teknologi telekomunikasi, pancaharian masyarakat didominasi petani. Dapat diketahui bersama, petani identik dengan orang-orang yang bekerja di sawah demi mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

 

Dalam bertani, tentu kebutuhan selain bibit tanaman dan air, yakni pupuk. Menjadi problematika tersendiri bagi petani jika salah satu dari ketiga komponen tersebut hilang. Hal ini, terjadi beberapa waktu lalu. Kelangkaan pupuk subsidi sekaligus kenaikan harga yang cukup signifikan menjadi masalah pelik yang dihadapi petani.

 

"Ketergantungan terhadap pupuk menjadi beban APBN yang sangat tinggi, dan pemerintah tidak akan mampu mencukupi itu," kata Ghufron A Yani, Kamis (06/01/2021).

 

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Timur tersebut memaparkan mayoritas petani bergantung pada pupuk subsidi pemerintah.

 

Ahmad, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa hal tersebut mendasari PW LPPNU Jawa Timur untuk bercocok tanam dengan studi yang lebih maju yakni pertanian organik.

 

"LPPNU harus back to nature. Kita harus paham bahwa semua telah dipersiapkan oleh Allah untuk bercocok tanam dengan studi lebih maju, yakni pilihan untuk bertani secara organik," paparnya.

 

Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa PW LPPNU Jatim telah berupaya menggaungkan pertanian organik yang dimulai melalui Pondok Pesantren Fathul Ulum di Jombang.

 

"Kami mendorong pertanian organik melalui kegiatan sekolah lapangan pertanian dan peternakan terpadu. Kami bangun melalui basis pesantren dengan bercocok tanam dengan sistem organik. Pertanian secara organik adalah pertanian masa depan," terangnya.

 

Lebih lanjut, dirinya mengimbuhkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi alasan anak muda untuk kembali bertani.

 

"Kebanyakan anak muda sekarang takut mau bertani karena menganggap hasilnya tidak banyak dan sulit. Padahal sebenarnya mudah jika kita sudah mengetahui bagaimana prosesnya,” jelasnya.

 

Di ujung keterangan, Ahmad berharap dengan adanya pembinaan santri milenial di Jombang menjadi langkah awal bagi kemunculan petani masa depan.

 

“Ini menjadi start point anak muda untuk kembali bertani," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Metropolis Terbaru