• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Metropolis

Mak Yam Kantin UINSA Meninggal, Aktivis hingga Pejabat Berduka

Mak Yam Kantin UINSA Meninggal, Aktivis hingga Pejabat Berduka
Ucapan duka untuk Mak Yam kantin UINSA. (Foto: WA)
Ucapan duka untuk Mak Yam kantin UINSA. (Foto: WA)

Surabaya, NU Online Jatim

Alumni, aktivis, dan civitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, tengah berduka. Bukan karena tokoh di kampus tersebut berpulang, tapi karena pengelola salah satu warung di kantin UINSA, Hj Maryam alias Mak Yam, meninggal dunia pada Kamis (08/07/2021) malam.

 

Mak Yam memang hanya seorang pengelola warung makan di kantin UINSA. Tapi jasanya bagi para aktivis, terutama aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan organisasi intra kampus,  dan alumni begitu besar. Di warung Mak Yamlah banyak aktivis dan mahasiswa UINSA yang tertolong saat mahasiswa kehabisan bekal hidup. Karenanya, ia dikenal dengan sebutan emaknya arek-arek UINSA.  

 

Kabar Mak Yam meninggal dunia tersebar di jejaring grup-grup WhatsApp alumni, keluarga besar UINSA, dan grup alumni PMII UINSA sejak Jumat pagi, 9 Juli 2021. Berbarengan dengan Mak Yam, saudara kandungnya, pegawai di bagian umum UINSA bernama Muthmainnah, juga dikabarkan meninggal dunia pada Jumat pagi.

 

Di jagad media sosial, ucapan duka atas meninggalnya Mak Yam juga berseliweran. Kolom komentar alumni UINSA dan mantan aktivis di sana juga dibanjiri doa untuk kelapangan kubur Mak Yam.

 

Hampir semua aktivis organisasi intra dan ekstra mahasiswa di kampus tersebut mengenal dan biasa makan di sana. Orangnya kalem, baik, murah senyum, dan jadi penopang hidup aktivis dan banyak mahasiswa kala kehabisan bekal.

 

Banyak pejabat yang pernah kuliah di UINSA mencecapi pelayanan Mak Yam saat kuliah. Salah satunya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Karena itu saat berkunjung ke UINSA ketika awal menjadi Menpora, kantin Mak Yam salah satu yang dituju Imam Nahrawi untuk bernostalgia.

 

Imam tak sungkan menceritakan bahwa Mak Yam adalah warung yang biasa ia utangi saat kuliah dan menjadi aktivis di UINSA. “Saya dulu sering utang di kantinnya Mak Yam. Dia baik sekali orangnya. Saya sering utang dia tidak marah, saya lunasi ketika ada uang,” kata Imam saat berkunjung ke UINSA pada Februari 2018 silam.

 

Selain Imam Nahrawi, Bupati Lumajang Thoriqul Haq juga menjadi saksi tentang kebaikan Mak Yam kepada mahasiswa dan aktivis di UINSA. Saat kuliah di kampus tersebut, ia menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Institut (saat bernama IAIN) tahun 2000.

 

Thoriq pula yang didapuk meminpin tahlil untuk Mak Yam pada Jumat malam. Saking banyaknya ‘anak-anak’ Mak Yam yang ingin bertahlil, kapasitas Zoom Meeting sampai tidak bisa menampung. Tahlil direncanakan digelar sampai hari ketujuh kewafatannya.

 

“Saya rasa semua yang hadir di sini mempunyai cerita masing-masing dengan Mak Yam. Dan saya yakin kita semua mengetahui kalau Mak Yam adalah orang baik,” kata Thoriq.

 

Selamat jalan, Mak Yam.


Metropolis Terbaru