• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Metropolis

Menteri Agama: Calon Jamaah Haji 2021 Akan Divaksin Covid-19

Menteri Agama: Calon Jamaah Haji 2021 Akan Divaksin Covid-19
Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: NOJ/MO)
Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: NOJ/MO)

Surabaya, NU Online Jatim

Pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 kian dipertanyakan masyarakat. Pasalnya akibat pandemi Covid-19, haji tahun 2020 lalu terpaksa ditunda dan pelaksanaan ibadah haji di tahun ini yang kurang beberapa bulan lagi masih belum ada keputusan resmi dari Kerajaan Arab Saudi. Namun, Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan peraturan jika ibadah haji tahun 2021 dilaksanakan, semua orang yang terlibat mulai dari jamaah dan petugas haji harus sudah divaksin Covid-19.

 

Merespons hal tersebut, Menteri Agama (Menag) RI H Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa dirinya sudah membicarakan hal ini dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

 

“Kita sudah bicara dengan Menteri Kesehatan, sudah bersurat juga. Dan jika haji dibuka oleh pemerintah Arab Saudi, semua calon jamaah haji yang berangkat sudah divaksin,” katanya usai menghadiri suatu acara di Surabaya, Jumat (26/03/2021).

 

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu menambahkan, jika program vaksinasi untuk calon jamaah haji ditargetkan selesai pada akhir Mei.

 

“Vaksinasi untuk seluruh calon jamaah haji secepatnya kita lakukan. Targetnya di akhir Mei semua calon jamaah haji sudah divaksin,” tambahnya.

 

Terkait biaya haji di tahun 2021 ini, Menag mengungkapkan akan diperhitungkan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Kendati demikian, soal vaksin sudah pasti ditanggung oleh pemerintah.

 

“Pemerintah memberikan vaksin gratis untuk seluruh masyarakat. Ini soal prioritas saja. Terkait biaya kita belum berhitung dengan DPR apakah ditambah atau tidak. Kalau pun ditambah sebenarnya kita punya dana manfaat yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Jadi sebenarnya mekanisme semuanya bisa diatur supaya bagaimana jamaah haji itu tidak diberatkan,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Kementerian Agama RI tetap melakukan serangkaian persiapan lain untuk berjaga-jaga jika pelaksanaan ibadah haji tahun ini dibuka.

 

“Kita sudah melakukan komunikasi dengan Kerajaan Arab Saudi. Kita tunggu saja keputusannya. Yang pasti kita juga sudah melakukan persiapan teknis,” jelasnya.

 

Ditanya soal kuota jamaah ibadah haji di tahun 2021, Menag mengaku belum bisa memutuskan karena semua tergantung pada Kerajaan Arab Saudi.

 

“Kita tidak tahu, tapi logikanya pasti akan berkurang,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru