• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Metropolis

Peringati HKJ, Elemen NU di Sidoarjo Gelar Bincang Santai

Peringati HKJ, Elemen NU di Sidoarjo Gelar Bincang Santai
Bincang santai elemen MWCNU Wonoayu, Sidoarjo dalam rangka peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)
Bincang santai elemen MWCNU Wonoayu, Sidoarjo dalam rangka peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober digunakan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung sebagai relawan kesehatan jiwa Program Cheers menggelar talk show atau bincang ringan. Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Wonoayu ini menghadirkan dua orang dengan skizofrenia (ODS) stabil atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

 

Acara tersebut dipusatkan di Aula Puskesmas Wonoayu, Jalan Raya Wonoayu, Desa Jimbaran Kulon, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), Rabu (13/10).

 

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonoayu, Ustadz Arif Ja’far mengapresiasi atas diselenggarakannya acara ini. Menurutnya, diperlukan kerja sama dan dukungan dari pemerintah, organisasi masyarakat (ormas), dan semua pihak untuk menyukseskan Program Cheers ini.

 

“Seperti halnya keterlibatan kader badan otonom (banom) dan lembaga NU yang juga turut berpartisipasi menjadi kader kesehatan jiwa,” ujarnya kepada NU Online Jatim.

 

Dirinya berharap, agar banyak penderita ODGJ yang sembuh. Akan tetapi hal ini juga tergantung kiprah dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak keluarga dalam memberikan pemahaman agar tidak memiliki angan-angan yang macam-macam.

 

Tidak hanya itu, pihaknya berpesan agar pihak keluarga terus mendampingi penderita ODGJ dalam kesehariannya. “Selama proses pengobatan terhadap pasien, pihak keluarga harus memberikan pendampingan secara terus menerus, jangan dikucilkan. Keluarganya juga harus sabar dan telaten,” tuturnya.

 

Sementara Kepala Puskesmas Wonoayu, dr B Irawaty R mengatakan, pihaknya  mendukung program Cheers ini dan selalu ikut terlibat secara langsung di dalamnya. Seperti dalam giat screening ODGJ, memfasilitasi para kader puskesmas dengan kader kesehatan jiwa, dan kegiatan lainnya.

 

“Sejauh kapasitas kita bisa menjembatani, kita selalu mensupport. Semoga kian banyak sektor yang benar-benar memperhatikan saudara-saudara kita ODGJ ini,” katanya.

 

Koordinator kabupaten (korkab) Program Cheers Sidoarjo Hj Lilik Azkiyatul Masruroh mengungkapkan, program ini terlaksana berkat sinergi antara Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Give2Asia dengan pendampingan teknis oleh Yayasan Lentera Kesehatan Nusantara.

 

“Tujuannya untuk mengatasi masalah utama penderita skizofrenia seperti keterlambatan dalam mengidentifikasi penyakit skizofrenia, keterlambatan perawatan skizofrenia, kurangnya informasi serta kurangnya dukungan dari pihak keluarga penderita, kepatuhan pengobatan yang masih rendah, kurangnya kemampuan untuk mengenali faktor risiko kambuh,” ungkapnya.

 

Perempuan yang juga pengurus NU Care-Lembaga Amil, Zakat, Infak, Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sidoarjo ini menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki ada sekitar 133 ODGJ di Kecamatan Wonoayu.

 

 

Dalam acara ini pihaknya sengaja menghadirkan dua ODS stabil untuk menyampaikan testimoninya. Selain itu, juga untuk memberikan apresiasi atas kesembuhannya. “Serta untuk menyampaikan pesan moral kepada caregiver (pengasuh) yang hadir bahwa melalui pengobatan rutin ODS ini bisa sembuh,” tandasnya.


Metropolis Terbaru