• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Metropolis

‘Suara Hati Ina’, Bawa Kader Fatayat NU Ini Juara Menulis Kesehatan Jiwa

‘Suara Hati Ina’, Bawa Kader Fatayat NU Ini Juara Menulis Kesehatan Jiwa
Yuyun Dewi Melani (berkacamata), kader Fatayat NU di Sidoarjo meraih juara lomba menulis kesehatan jiwa se-Jatim. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)
Yuyun Dewi Melani (berkacamata), kader Fatayat NU di Sidoarjo meraih juara lomba menulis kesehatan jiwa se-Jatim. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Yuyun Dewi Melani, kader Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih juara 1 lomba menulis tingkat Provinsi Jawa Timur berkat tulisannya yang berjudul ‘Suara Hati Ina’.

 

Lomba menulis yang diadakan oleh Yayasan Lentera Kesehatan Nusantara itu digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa tanggal 10 Oktober. Lomba yang diikuti kader kesehatan jiwa di Sidoarjo dan Ponorogo itu mengusung tema besar ‘Orang Dengan Skizofrenia (ODS) Bisa Disembuhkan!’.

 

Yuyun yang juga sebagai kader relawan kesehatan jiwa program ‘Cheers’ yang digagas oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) tersebut mengaku bersyukur bisa meraih juara 1 dalam lomba menulis ini. Ia mengungkapkan, tulisannya yang berjudul ‘Suara Hati Ina’ tersebut menceritakan kisah nyata Ina, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tinggal di desanya.

 

“Setiap dua kali dalam sebulan kami mengunjungi para ODGJ untuk mengetahui perkembangan mereka. Saya memilih kisah Ina untuk saya tulis, karena dia seorang ibu yang masih muda sekaligus menjadi tulang punggung keluarga, tapi karena dia ODGJ membuat hidupnya tidak karuan. Apalagi keadaan ekonominya sangat kekurangan, suaminya pun meninggalkannya,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Senin (11/10/2021).

 

Lebih lanjut, Yuyun mengaku sangat prihatin melihat keadaan Ina seperti itu. Dirinya berharap, Ina segera mendapatkan pengobatan.

 

“Semoga Ina segera sembuh seperti sedia kala. Semoga Allah SWT membukakan jalan untuk kesembuhannya. Saya ingin, yang membaca tulisan saya ini menjadi paham dan mengerti bahwa ODGJ itu bisa disembuhkan, tidak untuk dikucilkan atau bahkan dibully,” katanya.

 

Yuyun menjelaskan motivasi yang membuat dirinya mau bergabung menjadi kader kesehatan jiwa, karena ia menginginkan para ODGJ itu mendapatkan perhatian lebih dari pihak pemerintah dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

 

“Dengan harapan agar mereka bisa sembuh dan normal kembali, setiap desa di Kecamatan Wonoayu terdapat dua orang kader kesehatan jiwa, satu orang diambilkan dari kader desa dan yang satu orang lainnya berasal dari anggota PR Fatayat NU setempat,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru