• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Metropolis

Perkuat Literasi, SMK Plus NU Sidoarjo Bekali Siswa Kemampuan Menulis

Perkuat Literasi, SMK Plus NU Sidoarjo Bekali Siswa Kemampuan Menulis
Kepala SMK Plus NU Kabupaten Sidoarjo Muchammad Sholechuddin (kanan) menyerahkan cinderamata kepada narasumber berupa buku hasil karya terbaru siswanya usai acara pelatihan menulis, Jum'at (07/01/2022). (Foto: NOJ/LYR)
Kepala SMK Plus NU Kabupaten Sidoarjo Muchammad Sholechuddin (kanan) menyerahkan cinderamata kepada narasumber berupa buku hasil karya terbaru siswanya usai acara pelatihan menulis, Jum'at (07/01/2022). (Foto: NOJ/LYR)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Mendatangkan cuan atau keuntungan lewat literasi menjadi frasa menarik bahkan memantik perhatian banyak orang, tak terkecuali bagi SMK Plus Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sidoarjo.

 

Oleh karenanya, Perpustakaan SMK Plus NU Sidoarjo mengadakan pelatihan menulis bertajuk “Cuan Datang Sendiri Melalui Literasi” yang dilangsungkan di lantai dua gedung sekolah tersebut, Jumat (07/01/2022).

 

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 40 siswa bakal calon anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pimpinan Komisariat (PK), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul (IPPNU) dengan menghadirkan Daeng Gege Mappangewa, seorang penulis dan pemenang puluhan lomba menulis.

 

Dalam kegiatan tersebut, Daeng Gege memaparkan tentang manfaat berliterasi dengan asyik diselingi games edukatif berhadiah yang menambah riuhnya suasana. Ketua Umum Forum Lingkar Pena (FLP) tersebut juga memberikan tips-tips berliterasi dan menulis kepada siswa SMK Plus NU Sidoarjo.

 

Selain itu, ia juga memberikan bekal strategi menulis dan cara memaksimalkan potensi literasi diri masing-masing siswa hingga bisa mendatangkan cuan atau keuntungan.

 

“Strategi menulis yang pertama, tentukan strategi dalam menulis mulai dari kesukaan. Teknik atau gaya pribadi masing-masing jelas tidak bisa disamaratakan. Nantinya, masing-masing dari diri kita mampu menemukan passion sendiri. Caranya, apa yang mampu dilakukan, maka lakukan lebih dulu,” papar Kak Daeng, sapaan akrabnya.

 

Lebih lanjut, ia menambahkan, adapun strategi yang kedua, tunda kata esok. Lakukanlah saat ini meskipun hanya sedikit. Diceritakan pula, dirinya mampu menulis satu novel berjumlah 200 halaman dengan tidak menulis secara maraton sampai selesai 200 halaman.

 

“Menulislah satu hari hanya satu halaman sampai nanti 200 hari, maka kita telah sampai 200 halaman. Ketiga, bertahanlah. Pertahankan apa yang sudah kita capai. Jika mampu, pelan-pelan tingkatkan. Jangan ragukan kemampuan kita, karena hari ini adalah harapan yang telah kita capai sebelumnya,” tegasnya.

 

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMK Plus NU Sidoarjo Zakariya mengungkapkan terkait alasan pemilihan topik. Menurutnya, literasi itu luas dan memiliki banyak ragam.

 

“Salah satunya adalah menulis. Jika literasi itu mendatangkan keuntungan, siswa dengan sendirinya akan menyenangi literasi. Semangat inilah yang kita motivasikan untuk anak-anak didik kita,” ungkapnya kepada NU Online Jatim.

 

Menutup kegiatan, Kepala SMK Plus NU Sidoarjo Muchammad Sholechuddin menyerahkan cinderamata kepada narasumber berupa buku hasil karya terbaru siswa SMK Plus NU Sidoarjo yang berjudul ‘Kita Beretika’, ‘Kita Berbahasa’, dan ‘Kita Santri Nahdlatul Ulama’.

  

Buku-buku tersebut merupakan karya esai bersama yang ditulis oleh 24 orang siswa dalam peringatan Bulan Bahasa dan Hari Santri Nasional 2021 lalu.


Editor:

Metropolis Terbaru