• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 23 Mei 2022

Jujugan

Masjid Al-Jihad Disarankan bagi Musafir di Kawasan Sidoarjo

Masjid Al-Jihad Disarankan bagi Musafir di Kawasan Sidoarjo
Gerbang Masjid Al-Jihad , Taman, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Gerbang Masjid Al-Jihad , Taman, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Shalat merupakan ibadah sangat diperhatikan dalam ajaran Islam. Apapun akidahnya apakah Sunni atau Syiah, fiqihnya Imam Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali tidak ada perdebatan tentang kewajiban melaksanakan shalat lima waktu.
 

Di Indonesia sendiri yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar menjadi negara yang jumlah masjidnya paling banyak. Dari data PIC SIMAS (Sistem Informasi Masjid) Kemenag RI yang di kutip Repulika (29/03/2021) jumlah masjid dan mushala di Indonesia seluruhnya ada sebanyak 741.991.
 

Salah satu masjid yang direkomendasikan sebagai sarana ibadah sekaligus rehat bisa singgah di Masjid Al-Jihad. Lokasinya bila menuju Surabaya di jalan Gilang 148, Kecamatan Taman, Sidoarjo.  
 

Letak koordinat masjid Al-Jihad ini Latitude:  -7.36450405282 Longitude: 112.667889365. Dan saat pertama kali masuk akan disambut pemandangan khas NU. Di pintu masuk diapit empat kubah ukuran sedang berkibar bendera NU yang mengapit bendera merah putih. Dan di pagar masjid sebelah barat terdapat nama masjid lengkap dengan logo NU yang cukup besar.
 

Di pintu masuk, jamaah akan diingatkan untuk tetap melakukan protokol kesehatan selama di masjid melalui banner yang dibuat oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kecamatan Taman.
 

Masjid Al-Jihad memiliki parkir mobil yang sangat luas jika dibandingkan dengan masjid dari perbatasan Mojokerto  dan Sidoarjo bagian barat, sampai perbatasan Sidoarjo dan Surabaya. Daya tampung bisa muat antara 20 hingga 25 mobil di area parkir masjid. Sementara parkir motor berada di depan masjid lengkap dengan atap yang melindungi dari panas terik matahari. Setidaknya ada dua petugas yang mengawasi dan mengatur parker, sekaligus membantu penyebrangan jalan. 
 

Masuk ke tempat wudhu, jamaah akan melawati ‘kobokan’ khas ala Walisongo yang secara otomatis untuk membersihkan kaki yang mungkin terkena kotoran selama perjalanan. Kran wudhu di Masjid ini juga cukup banyak, tidak kurang dari 46 buah untuk jamaah laki-laki. Dengan rincian 40 kran di tempat wudhu baru, dan 6 kran di tempat wudhu lama. Di barat tempat wudhu lama terdapat 8 kamar mandi laki-laki, 6 di antaranya dilengkapi WC jongkok.
 

Tempat air di kamar mandi cukup memuaskan karena ukurannya lumayan besar dan masih memakai keramik, bukan bak kecil seperti ditemui di masjid lain. Sementara itu kran wudhu berjumlah 14 dan 3 WC dengan air sumber.
 

Ruang utama shalat sangat nyaman dengan karpet berwarna hijau yang cukup tebal, kipas angin yang cukup dan suara sound system menambah khusyuk jamaah. Mimbar masjid 2 lantai ini juga masih motif baru lengkap dengan tongkat  khas masjid NU pada umumnya. Daya tamping masjid hingga 1000 jamaah, baik di lantai 1 dan 2. Selain itu ada satu ruang untuk marbot, satu ruang dapur di sebelah utara masjid dan gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di  selatan pojok barat masjid.
 

Jadi, bagi para musafir, ada baiknya memanfaatkan fasilitas masjid ini, sembari beribadah dan rehat usai menempuh perjalanan jauh.


Editor:

Jujugan Terbaru