• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Metropolis

Pesantren Mambaus Sholihin Gresik Gelar Munajat  Kemerdekaan 

Pesantren Mambaus Sholihin Gresik Gelar Munajat  Kemerdekaan 
Munajat kemerdekaan untuk Indonesia sehat oleh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki).
Munajat kemerdekaan untuk Indonesia sehat oleh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki).

Gresik, NU Online Jatim.
Pada peringatan tahun baru Islam, Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik, menggelar munajat kemerdekaan untuk Indonesia sehat. Kegiatan yang diselenggarakan Senin (16/08/2021) secara online tersebut diisi pembacaan shalawat dan doa bersama.


“Semoga dengan berkumpulnya kita meskipun secara online menjadi catatan amal baik, menjadi generasi yang mengingat dan mengikuti perjuangan perjuangan pendahulu yang sudah mencurahkan, mengerahkan keringat dan darah bahkan nyawanya, untuk kemerdekaan Indonesia,” kata Ketua Yayasan Pondok pesantren Mambaus Sholihin, H Agus Muhamad Ma'ruf.

 

Dirinya juga berharap santri dan alumni yang bisa hadir malam diberi kesehatan, dlahir dan batin apalagi di masa pandemi. 

 

“Mudah-mudahan pertemuan kita, hadir kita membawa imun dalam arti kekuatan iman dan kekuatan dlahir serta kekuatan batin. Bahwa ada yang lebih kita khawatirkan yaitu apabila meninggalkan perintah perintah Allah baik diri, anak-anak, hingga keluarga kita,” ujarnya.

 

H Agus Muhamad Ma'ruf menyampaikan hendaknya tetap mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan ahli penanganan virus. Juga menjaga kesehatan, memakai masker dan tidak kalah penting adalah menjaga wudlu.

 

“Secara pribadi saya berharap agar santri dan alumni dalam keadaan apa pun untuk selalu menjaga wudlu karena itu juga bagian dari menjaga kesehatan yang sudah diajarkan oleh Rasulullah,” pungkasnya.

 

Ketua pelaksana, Ahmad Asrori melaporkan bahwa kegiatan merupakan salah satu pemupuk kerinduan alumni dan pesantren setempat. Karena sudah dua tahun terakhir tidak bisa menyelenggarakan silaturahim ke pondok dan kiai.

 

“Kegiatan dihadiri enam ratus lebih santri dan alumni dari Indonesia dan negara tetangga,” katanya..

 

Para peserta serta penggembira atau muhibbin melakukan doa bersama dan pembacaan wirid untuk keselamatan Indonesia.

 

Penulis: M Idris Muzaki

Editor: Syaifullah


Editor:

Metropolis Terbaru