Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Prof Mas'ud Said: Ekonomi Jatim Naik saat Pandemi

Prof Mas'ud Said: Ekonomi Jatim Naik saat Pandemi
Prof Mas'ud Said. (Foto: NOJ/fb)
Prof Mas'ud Said. (Foto: NOJ/fb)

Surabaya, NU Online Jatim

Perekonomian menjadi sebuah tombak dalam sebuah negara maupun daerah. Dengan perekonomian yang baik dan maju, maka bisa dibilang sebuah daerah itu makmur. Namun di era pandemi seperti ini banyak daerah yang mengalami penurunan ekonomi secara drastis.

 

Prof M Mas'ud Said selaku ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama mengaku bahwa Jawa Timur justru mengalami kenaikan ekonomi pada saat pandemi.

 

"Pada tahun 2019 pemasukan Jawa Timur mencapai angka 58,8 triliun. Namun saat 2020 yang menjadi awal dari pandemi angkanya naik menjadi 78,30 triliun. Investasi malah naik," katanya saat mengisi Pengajian Ramadlan di kantor Pengurus Wilayah Nadatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Kamis (22/04/2021).

 

Menurutnya, Jawa Timur juga memiliki basis realisasi ekonomi sebesar 55,7 triliun. Hal ini lebih besar melampaui DKI Jakarta, Banten, maupun Jawa Barat.

 

"Menurut badan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Indonesia memiliki basis 413 triliun. Hal ini terbagi salah satunya adalah di Jawa Timur sebesar 55,7 triliun. Data menunjukkan lebih besarnya modal dibanding daerah lain seperti Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta," ungkapnya.

 

Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) itu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengganti kerangka berpikir mereka. Hal ini adalah upaya untuk terus meningkatkan kesehjateraan penduduk juga.

 

"Hal yang perlu diubah dari seluruh warga adalah cara berpikir. Jika cara berpikir maju, maka perubahan besar akan terjadi," imbaunya.

 

Ia juga berpesan kepada pemerintahan agar bersatu untuk melakukan kerja sama yang solid. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur ekonomi.

 

"Kita hidup di zaman kolaborasi. Tidak bisa semuanya dilakukan sendiri. Seseorang yang bekerja sendiri tidak ada maknanya. Maka dari itu kita harus bisa menemukan titik temu kerja sama," pungkas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur itu.

 

Editor: Risma Savhira

Terkait

Metropolis Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini