Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo Diterima, NU Gresik Lega

Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo Diterima, NU Gresik Lega
Penyerahan sertifikat lahan Balai Rukyat Condrodipo dan 18 lahan lainnya oleh BPN ke PCNU Gresik. (Foto: NOJ/M Syafik Hoo)
Penyerahan sertifikat lahan Balai Rukyat Condrodipo dan 18 lahan lainnya oleh BPN ke PCNU Gresik. (Foto: NOJ/M Syafik Hoo)

Gresik, NU Online Jatim

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik menyerahkan sertifikat Balai Rukyat Condrodipo kepada Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) kabupaten setempat di kantor PCNU Gresik pada Sabtu (23/10). NU Gresik pun kini tak cemas lagi soal kepemilikan tempat strategis untuk pengembangan astronomi itu.

 

Hadir pada penyerahan sertifikat Fandi Akhmad Yani alias Gus Yani, Bupati Gresik, dan Asep Heri, Kepala BPN Gresik. Gus Yani mengaku bangga atas terbitnya sertifikat tanah milik balai rukyat. Menurutnya, hal itu suatu pencapaian yang bagus.

 

Gus Yani menyatakan, Balai Rukyat Condrodipo menjadi salah satu tempat pemantauan atau rukyat setiap tanggal 29-30 dalam kalender qomariyah. Seperti penentuan awal Ramadhan maupun Syawal.

 

"Kita terus berdedikasi, ini sebuah kewajiban yang mana fasilitator adalah pemerintah yang berperan kebijakan. Hari ini, aset balai rukyat kita serahkan dibantu oleh BPN. Mudah-mudahan legalitas yang jelas ini bisa bermanfaat ke depan," kata Gus Yani.

 

Sementara itu, Asep Heri mengatakan luas tanah balai rukyat hilal seluas 1.047 meter persegi tersebut sudah resmi milik LFNU Gresik. Legalitas kepemilikannya sah. Selain itu, BPN juga menyerahkan 19 bidang sertifikat tanah dengan pemegang hak NU yang tersebar di seluruh wilayah Gresik, mulai dari masjid, lembaga pendidikan, mushala, serta kantor MWC NU.

 

"Kami serahkan 19 sertifikat atas nama NU, salah satunya hak milik Balai Rukyat Condrodipo. Sudah sangat lama belum selesai karena ada kendala dan akhirnya kami tangani kini memiliki sertifikat sebagai kepastian hukum hak atas tanah yang sah," katanya.

 

Asep mengatakan, pihaknya terus menargetkan pada tahun 2023 seluruh peta bidang tanah milik pemerintah maupun organisasi sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah bisa bersertifikat.

Terkait

Metropolis Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini