• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Pantura

Cerita Isroul Khusniya, Atlet Pagar Nusa Peraih Emas Porkab Tuban VI

Cerita Isroul Khusniya, Atlet Pagar Nusa Peraih Emas Porkab Tuban VI
Isroul Khusniya saat menerima penghargaan. (Foto: Istimewa)
Isroul Khusniya saat menerima penghargaan. (Foto: Istimewa)

Tuban, NU Online Jatim

Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) VI Tuban usai dilaksanakan di Lapangan Tenis Indoor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Senin (15/11/2021). Beberapa atlet pencak silat turut mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya Isroul Khusniya dari Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Tuban yang berhasil meraih emas.

 

Isroul Khusniya, menjadi peserta yang turut meramaikan kegiatan tersebut. Perempuan asal Desa Leran, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban ini memiliki semangat tinggi dalam mendalami Pencak Silat Pagar Nusa.

 

Ia bercerita, bahwa awal masuk menjadi bagian dari anggota Pagar Nusa sempat dilarang oleh bapaknya. Kala itu bapaknya beranggapan anak perempuan tidak perlu ikut yang aneh-aneh. Padahal Isroul sangat tertarik di dunia persilatan.

 

“Begini ya, dulu saya memang ada minat ikut perguruan, terserah perguruan Setia Hati (SH), Perguruan Pagar Nusa, perguruan apa saja terserah yang penting saya ingin ikut perguruan, pas aku masih kecil gitu,” ujarnya.

 

Namun, lanjutnya, bapaknya bersikeras melarang Isroul iku pencak silat. Bahkan ketika hendak melakukan sesuatu apa pun, ia akhirnya selalu dipantau oleh bapaknya.

 

“Berhubung saya tahu kalau bapak itu tidak suka anak perempuannya ikut-ikut perguruan begitu, saya masih dari keluarga yang tidak boleh bermain dengan anak laki-laki, tidak boleh begini-begitu bersama anak laki-laki, seperti anak laki-laki berkunjung ke rumah ya tidak boleh,” lanjutnya.

 

Pada akhirnya Isroul memutuskan untuk tidak mengikuti pencak silat apa pun karena adanya larangan dari bapaknya. Namun pada suatu ketika, sewaktu Isroul menginjak sekolah di Madrasah Aliyah (MA) sempat diajak kakak tingkatnya untuk mengikuti Watser. Sebelumnya ia ragu untuk bergabung karena bapaknya pasti akan melarang untuk mengikutinya.

 

Setelah ada tawaran dari kakak tingkat, ia bersilaturahim kepada gurunya dan bercerita terkait hal tersebut. Sang gurunya pun menjelaskan tentang persyaratan mengikuti Watser harus memiliki bekal silat.

 

“Kalau mau ikut Watser itu harus punya bekal silat, nah dari sana saya masuk Pagar Nusa. Jadi intinya itu saya masuk Pagar Nusa gara-gara mau jadi Watser. Seandainya saya tidak mau masuk Watser, mungkin saya tidak masuk Pagar Nusa,” tuturnya.

 

Saking tertariknya ikut Watser, perempuan semester 3 di Unugiri Bojonegoro tersebut nekat terus terang kepada bapaknya untuk ikut Pagar Nusa sebagai syarat masuk di Watser.

 

“Saya bilang bapak bahwa mau ikut silat untuk bekal jadi Watser. Terus diperbolehkan sama bapak, dan saya kaget kok bisa boleh gitu. Padahal sempat berpikir pasti tidak bakal boleh, tidak bakal boleh, ternyata boleh,” ungkapnya.

 

Sejak itu Isroul bersemangat mengikuti kegiatan Pagar Nusa dan berhasil meraih beberapa juara di dalam setiap event. Seperti halnya mengikuti, Kejurcab juara 1, Piala Bupati juara 1, O2SN juara 1, Pospeda Jatim juara 3, dan terakhir Porkab VI mendapatkan medali emas. Sedang Porkab V dan O2SN Jatim di Malang hanya peserta.

 

Setelah mengetahui beberapa prestasinya yang membanggakan, bapak dan ibunya sadar tentang potensi Isroul di bidang pencak silat, sehingga dalam setiap event selalu didukung.

 

Isroul juga menjelaskan motivasinya mengikuti kegiatan Porkab VI hanya untuk membesarkan nama organisasi Pagar Nusa dan meneruskan cita-cita menjadi seorang atletik.

 

 

“Kalau alasan mengikuti Porkab ini ingin membuat bangga organisasi Pagar Nusa, sekalian meneruskan cita-cita yang sempat tertunda 2 tahunan karena Covid-19,” jelasnya.

 

“Harapan saya dengan keberhasilan ini, adik-adik calon atlet bisa lebih semangat latihan supaya Pagar Nusa semakin Berkembang,” harapnya.


Editor:

Pantura Terbaru