• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pantura

Dua Perguruan Tinggi di Lamongan Kolaborasi Gelar KKN

Dua Perguruan Tinggi di Lamongan Kolaborasi Gelar KKN
Pelepasan mahasiswa KKN dari STIT Al-Fattah dan Universitas Bilfath Lamongan. (Foto: NOJ/ Titik Nurma'rufah).
Pelepasan mahasiswa KKN dari STIT Al-Fattah dan Universitas Bilfath Lamongan. (Foto: NOJ/ Titik Nurma'rufah).

Lamongan, NU Online Jatim

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah dan Universitas Billfath Lamongan menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif berbasis Participatory Action Research (PAR) secara serentak sejak 18 Juli hingga 31 Agustus 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di 25 desa di tiga kecamatan wilayah selatan Kabupaten Lamongan. Di antaranya Sukorame, Ngimbang dan Bluluk.


Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga bentuk kerja sama di bidang pemberdayaan masyarakat antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam program pembangunan Pemkab Lamongan. Terutama potensi desa yang ada di Lamongan selatan. 


Acara pemberangkatan dan penerimaan dilaksanakan secara serentak di tiga kecamatan. Salah satunya dalam penerimaan di pendopo Kecamatan Sukorame.​​​​​​


Plt Camat Sukorame Ahmad Kurniawan menyampaikan apresiasi dan harapan kepada mahasiswa KKN untuk membantu menggali potensi-potensi yang ada di wilayahnya.
 

"Menurut saya hal ini sesuai dengan slogan kami yakni "Sukorame Bangkit" dan untuk ke depanya dari hasil KKN Kolaboratif ini dapat membantu masyarakat Sukorame untuk mengembangkan potensi desa," ujarnya.


Sukorame merupakan wilayah terdepan Kabupaten Lamongan. Dulu dianggap sebagai wilayah terdalam atau pelosok, tetapi kini Sukorame harus bangkit menjadi daerah yang memiliki produk unggulan daerah. 


Pada kesempatan yang sama, Nur Zaini selaku Ketua STIT Al Fattah yang sekaligus mewakili Rektor Universitas Billfath di hadapan para mahasiswa menyampaikan, KKN yang digelar selama 43 hari ini harus mampu menjaga nama baik almamater. Selain itu, mahasiswa harus mampu membaur dengan masyarakat untuk belajar dan mengabdi membantu warga, serta menunjukkan perilaku baik. 


"Hal ini tentu akan mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap peserta KKN dalam menjalankan programnya. Mahasiswa akan memeroleh kemudahan dalam melakukan observasi dan mengambil data sebagai bagian dari program Partisipatory Action Research," ujarnya.


Kegiatan KKN Kolaboratif yang digagas oleh STIT Al Fattah dan Universitas BIllfath ini merupakan wujud implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah diteken oleh kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut. ​​​​​​​


Tujuannya untuk meningkatkan progresivitas kampus dalam menjalankan tugas tridharma-nya. Hal ini memiliki tujuan untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Lamongan. 


Dalam sambutannya, Ketua Panitia KKN Khumaidi Abdillah menyampaikan, KKN Kolaboratif berbasis PAR ini diharapkan menjadi manifestasi jangka menengah dan berkelanjutan bagi program pengabdian masyarakat oleh STIT Al Fattah dan Universitas Billfath Lamongan. Sehingga KKN kali ini lebih terukur dengan capaian yang lebih konkret dan berkelanjutan.


"Kampus ini harus memiliki desa binaan dan dapat dijalankannya program berkelanjutan. Itulah mengapa tiga kecamatan tersebut menjadi fokus KKN kami tahun ini, karena melihat potensi di tiga kecamatan tersebut cukup besar, salah satunya desa-desa yang memiliki jejak bersejarah di kabupaten Lamongan dan cukup potensial menjadi desa wisata sejarah,” ungkapnya. 


Editor:

Pantura Terbaru