• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Pantura

Hari Asyura, Ketua IPNU Lamongan Ajak Pelajar Ingat Sejarah

Hari Asyura, Ketua IPNU Lamongan Ajak Pelajar Ingat Sejarah
Hasan Asy'ari, Ketua PC IPNU Lamongan. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki) 
Hasan Asy'ari, Ketua PC IPNU Lamongan. (Foto: NOJ/M Idris Muzaki) 

Lamongan, NU Online Jatim
10 Muharram yang jatuh pada Kamis (18/08/2021) yang dikenal dengan hari Asyura, diharapkan menyadarkan kaum muslimin untuk ingat sejarah. Bahwa di waktu tersebut pernah terjadi aneka peristiwa yang demikian penting.

 

“Pada hari Asyura terukir beberapa sejarah besar dan terdapat keutamaan yang luar biasa,” kata Hasan Asy'ari, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lamongan.

 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa di antara tersebut adalah diselamatkannya Nabi Yunus dari perut ikan paus. Juga diangkatnya Nabi Ibrahim sebagai khalilullah.

 

“Ada juga kejadian diterimanya tobat dari Nabi Adam, serta diselamatkanya Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Fir'aun dan yang lebih terkenang yakni terbunuhnya Sayyid Husain di perang Karbala,” rincinya. 

 

Hasan menambahkan dalam sebuah hadits terdapat keutamaan puasa sunah yang juga terdapat pada bulan Muharram. Karenanya umat Islam disarankan puasa Tasu’a dan Asyura. 

 

Yang juga diingatkan adalah menjaga sifat sabar dan harapan memperoleh pengampunan dosa. 

 

“Asyura adalah hari pengampunan yang agung atas dosa yang telah berlalu. Tiada suatu keutamaan yang lebih agung dibandingkan dengan pengampunan atas dosa dosa sebelumnya,” jelasnya. 

 

Karena itu Hasan mengingatkan umat Islam hendaknya menyambut tahun baru dengan lembaran putih dan bersih dari noda dan dosa.

 

Bagaimana dengan kader muda NU? Dirinya mengajak meningkatkan syukur atas datangnya bulan Muharram.

 

“Yakni dengan berpuasa maupun meningkatkan ketakwaan,” ajaknya. 

 

Apalagi di tengah situasi pandemi seperti ini, maka harus memperkuat imun seperti dengan membaca shalawat dan berdoa. Harapannya agar terjaga dari segala penyakit terutama virus Corona.

 

“Berbagai peristiwa di bulan Muharram juga sebagai pelajaran bagi umat yang mana perpecahan sangat mungkin terjadi dalam berbangsa dan bernegara. Untuk itu kader NU perlu belajar sejarah mengenai hal tersebut agar kejadian di masa lalu tidak terulang kembali,” ungkapnya.

 

Di ujung keterangan, dirinya mengajak anak muda selalu bersyukur, saling menjaga dan mematuhi perintah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

 

“Sehingga kita tetap diberikannya kesehatan untuk bisa terus berproses di organisasi IPNU dan IPPNU,” pungkasnya.

 

Penulis: M Idris Muzaki 
Editor: Syaifullah


Editor:

Pantura Terbaru