• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Pantura

Ketua Fatayat NU Babat Sebut Tidak Ada Korelasi Poligami dengan Pencegahan HIV/AIDS

Ketua Fatayat NU Babat Sebut Tidak Ada Korelasi Poligami dengan Pencegahan HIV/AIDS
Foto: Unair
Foto: Unair

Lamongan, NU Online Jatim

Usawatun Khasanah Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Babat Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa tidak ada korelasi antara poligami dan turunnya angka HIV/AIDS. Menurutnya, para penderita HIV/AIDS banyak sekali penyebabnya, salah satunya dari diri sendiri. 


Ia menyebutkan bahwa penyebab penderita HIV/AIDS yakni dari mindset pola pikir, pola hidup dan faktor lainnya. Ia juga melihat bahwa penularan HIV/AIDS ini juga bisa terjadi melalui hubungan seksual.


"Semakin kita setia dengan pasangan kita masing-masing, maka semakin kecil juga kemungkinan kita terkena HIV/AIDS. Jadi, sebetulnya siapapun kita kemungkinan bisa terular. Misalnya, suami tanpa disengaja mungkin karena tidak ketahuan karena adanya penyakit maka sang istri akhirnya tertular," ujarnya kepada NU Online Jatim, Kamis (01/09/2022). 


Ia menambahkan bahwa ketika seorang suami juga melakukan poligami tidak akan menjamin bisa setia kepada istri lainnya. Menurutnya, jika sudah terbiasa melakukan hubungan seksual di luar, maka tidak akan merasa dirinya puas hanya dengan istrinya. 


"Begitu juga ketika suami yang hanya beristri satu dan bisa mengontrol diri, maka tidak akan melakukan hubungan di luar karena akan setia dengan istrinya, dan kemungkinan HIV/AIDS tidak akan ada," ujarnya.


Usawatun menyampaikan, langkah dan solusi untuk menurunkan angka penularan HIV/AIDS ini butuh kerja keras dan kerja sama berbagai pihak. Selain pemerintah juga dari masyarakat yang nantinya melibatkan tokoh agama dengan menanamkan religiusitas tinggi.

 

"Saya lihat yang sering terjadi yakni pada sopir-sopir, karena harus mengirim barang keluar kota dengan waktu yang lama. Sehingga tidak bisa menahan terlalu lama, akhirnya melakukan di sembarang tempat dengan orang yang mungkin tidak dikenalnya," pungkasnya.


Editor:

Pantura Terbaru