• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Pantura

Mahasiswa di Tuban Fasilitasi Warga Belajar Kelola Sampah Jadi Rupiah

Mahasiswa di Tuban Fasilitasi Warga Belajar Kelola Sampah Jadi Rupiah
Peserta workshop usai kegiatan berlangsung. (Foto: NOJ/ Dahrul Mustaqim).
Peserta workshop usai kegiatan berlangsung. (Foto: NOJ/ Dahrul Mustaqim).

Tuban, NU Online Jatim

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Participatory Action Research (PAR) Institut Agama Islam (IAI) Al Hikmah Tuban melaksanakan workshop pengelolaan bank sampah, Jumat (29/08/2021). Kegiatan ini bekerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar,  Kabupaten Tuban.

 

Agenda yang mengusung tema “Penanggulangan Sampah Secara Efektif Melalui Bank Sampah” ini difasilitasi dan didampingi oleh tim anggota KKN-PAR IAI Al Hikmah. Acara yang berlangsung di rumah Supriyatun, Ketua Muslimat NU Ngujuran ini diikuti 20 peserta. seluruhnya dari Muslimat NU.

 

Supriyatun mengatakan, kegiatan tersebut sementara waktu hanya difokuskan pada satu dusun. Ketika suatu saat sudah bisa berhasil uji coba, maka nanti akan menjadi contoh bagi dusun lainnya bahkan bisa diterapkan dalam lingkup desa.

 

“Acara ini sengaja difokuskan di Dusun Mundu terlebih dahulu, jika berhasil baru kita terapkan di dusun lain,” ujarnya.

 

Dalam acara tersebut mendatangkan dua pemateri. Yaitu Dwi Nur Cahyaningsih seorang praktisi kesehatan Bancar yang berbicara tentang pengaruh dan dampak sampah bagi setiap ekosistem kehidupan dan bahayanya bagi kesehatan.

 

Adapun pemateri kedua, Sujati selaku Founder Pengelola Mitra Bersama Plastik Bancar yang menjelaskan tentang teknis dari pengelolaan bank sampah. Serta berbagai jenis sampah yang dapat dinominalkan dalam bank sampah.

 

Dwi Nur Cahyaningsih menegaskan untuk tidak membuang sampah. Ia juga menegaskan bahwa sampah bisa dimanfaatkan untuk membantu perekonomian diri sendiri maupun keluarga.

 

“Alangkah baiknya sampah kita kelola dengan baik dan bisa menghasilkan uang, caranya kita olah menjadi sesuatu yang menarik,” katanya.

 

Dwi mengajak seluruh peserta untuk membuang sampah pada tempatnya agar tidak membahayakan masyarakat yang berada di sekitar pembuangan tersebut.

 

“Kita hindari buang sampah di sungai, bahaya untuk kesehatan, yang harus kita lakukan adalah mengelola sampah menjadi rupiah,” tambahnya.

 

 

Pada akhir kegiatan dilakukan pembagian struktur bank sampah. Struktur tersebut terdiri dari 7 bagian yakni penanggung jawab, ketua, sekretaris, bendahara, checker dan penimbangan, shortir, penjual dan terakhir bagian kreatif.

 

Penulis: Dahrul Mustaqim

Editor: Romza


Editor:

Pantura Terbaru