• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Pantura

Memprihatinkan, Angka Perceraian di Tuban Kian Tinggi

Memprihatinkan, Angka Perceraian di Tuban Kian Tinggi
Angka perceraian di Tuban semakin tinggi dan tidak sedikit dilakukan oleh istri. (Foto: NOJ/RB)
Angka perceraian di Tuban semakin tinggi dan tidak sedikit dilakukan oleh istri. (Foto: NOJ/RB)

Tuban, NU Online Jatim

Dalam catatan Griya Sakinah Tuban (GST) Fatayat NU Kabupaten Tuban bahwa sejak Januari hingga Agustus 2020, angka perceraian di kawasan setempat mencapai 1.885 pasangan. Jumlah ini dikhawatirkan terus bertambah dan menyamai tahun 2019 yang menyentuh 2.844 pasangan. 

 

Yang cukup memprihatinkan, paling tinggi didominasi gugat cerai 990 pasangan, cerai talak 526 pasangan, dan dispensasi nikah 369 pasangan. Penyebabnya bermacam, terbanyak pertengkaran terus menerus yang mencapai 634 pasangan. Disusul faktor ekonomi 418 pasangan, dan kabur dari rumah sebanyak 189 pasangan.

 

"Paling tinggi memang pertengkaran terus menerus,” kata Umi Kulsum beberapa waktu lalu. Dalam pertengkaran terus menerus itu juga ada penyebabnya, apakah pemaksaan ataukah mungkin tidak ada saling pengertian, lanjut Direktur GST Fatayat NU Tuban tersebut. 

 

Menurutnya, yang memprihatinkan adalah gugat cerai oleh istri jumlahnya cukup banyak. Umi menyebut 50 persen dari angka perceraian di Tuban, istri yang mengajukan gugatan cerai. 

 

Ia mengungkapkan banyak faktor penyebab istri menggugat cerai, salah satunya soal penghasilan. Istri merasa penghasilannya lebih tinggi dari pada suami.

 

"Inilah nanti GST Fatayat NU Tuban ingin hadir," ungkapnya. 

 

Umi yang juga Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Tuban itu mengaku telah menyiapkan sejumlah program. Bagi yang akan berumah tangga, ada sekolah pranikah. Harapannya agar usia pernikahan bisa bertahan dan dispensasi nikah usia dini dapat ditekan. 

 

"Karena di situ juga angka dispensasi nikah dini tinggi, kita juga akan membuat program di GST Fatayat itu ada yang sekolah ibu," pungkasnya. 


Editor:

Pantura Terbaru