• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pantura

Pelatihan Pendamping Halal ISNU Jatim Kini Sasar Bojonegoro

Pelatihan Pendamping Halal ISNU Jatim Kini Sasar Bojonegoro
Pelatihan Pendamping Produk Halal ISNU Jatim di Bojonegoro. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Pelatihan Pendamping Produk Halal ISNU Jatim di Bojonegoro. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Bojonegoro, NU Online Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim terus berupaya mendukung percepatan pencapaian Jawa Timur sebagai pusat halal Indonesia. Setelah menyasar Malang, Madiun, Lamongan dan Surabaya, sebanyak 100 orang pendamping dari Bojonegoro mengikuti Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) di Aula SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro, Ahad (20/03/2022).


Ketua PW ISNU Jatim M Mas’ud Said menyatakan, pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendamping dalam proses sertifikasi produk halal.


“Oleh karena itu para pendamping harus bersungguh-sungguh. Sebab, persoalan halal haram perlu penguasaan materi yang mumpuni dan pemahaman menyeluruh sehingga masyarakat khususnya umat Islam benar-benar mendapatkan suguhan halal dari produk-produk yang disertifikasi,” ujarnya.


Ia menjelaskan, baik Gubernur Jawa Timur maupun Bupati Bojonegoro sudah sepemahaman terkait dengan pengarusutamaan isu-isu halal dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Tujuannya, agar keinginan Provinsi Jawa Timur menjadi halal center Indonesia didukung sepenuhnya oleh masyarakat Bojonegoro.


“Antara Bu Khofifah dan Bu Ana Muawanah sudah saling mendukung terkait isu ini. Nanti pencapaian pusat halal Jawa Timur bisa lebih cepat. Karena Presiden dan Wapres juga mendukung sepenuhnya,” imbuh alumnus program doktoral Flinders University Australia ini.


Senada dengan itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mendukung penuh pelatihan yang digelar ISNU Jatim ini. Ia menjelaskan, bahwa sejak pandemi berakhir perekonomian masyarakat Bojonegoro berangsur-angsur membaik, termasuk sektor pertanian dan industri pengolahan. “Bahkan mengalami kenaikan yang signifikan,” katanya.


Bupati Anna Muawanah optimis perkembangan perekonomian Bojonegoro dan Jawa timur akan terus membaik. Beberapa hal yang dilakukannya untuk mendukung upaya itu adalah dengan memperluas perekonomian.


Bidang halal, menurut Bupati Ana, menjadi sumber ekonomi baru yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Meski posisi Indonesia saat ini di peringkat ke-4 di industri halal global. Namun, ia melihat justru hal ini menjadi potensi sekaligus peluang bagi Kabupaten Bojonegoro untuk mengisinya dengan meningkatkan industri halal.


“Tahun lalu IPM kami mengalami kenaikan 0,55 persen yang itu menjadi terbaik keempat se-Jawa Timur. Tentu hal ini juga menjadi modal kami untuk mengakselerasi industri halal di Jawa Timur,” ujar Bupati yang juga Doktor Manajemen Lingkungan dari Universitas Negeri Jakarta ini.


Sementara Kasi Bimas Kemenag Bojonegoro, Abdullah Hafidz menjelaskan, selain umat Islam, produk-produk halal juga ditujukan kepada masyarakat non-muslim. Kemenag Bojonegoro akan menindaklanjuti program-program yang diinisiasi ISNU terkait isu halal melalui penyuluh-penyuluh halal yang ada di masing-masing kecamatan.


Ia mengakui, saat ini mesih banyak produk-produk yang belum bersertifikat halal. Tidak hanya makanan, melainkan juga kosmetik, fashion, obat-obatan dan sebagainya. Menurutnya, isu halal harus dimasifkan kepada masyarakat sehingga Bojonegoro bisa menjadi pusat halal di Jawa Timur. 
 


“Jika yang dikonsumsi bukan makanan halal, maka kemungkinan hidup susah itu semakin besar. Oleh karena itu, kami siap mendukung. Kami punya satgas halal juga yang bisa bergerak dengan penyuluh-penyuluh,” pungkasnya.


Editor:

Pantura Terbaru