• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 7 Agustus 2022

Pendidikan

Unusa Tuan Rumah Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal

Unusa Tuan Rumah Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal
Sambutan Rektor Unusa, Prof. Dr. Ahmad Jazidie, M.Eng dalam pelatihan pendamping Proses Produk Halal (PPH). (Foto: NOJ/Humas)
Sambutan Rektor Unusa, Prof. Dr. Ahmad Jazidie, M.Eng dalam pelatihan pendamping Proses Produk Halal (PPH). (Foto: NOJ/Humas)

Surabaya, NU Online Jatim
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur (Jatim), Prof. M. Mas’ud Said senantiasa memperkuat Jatim sebagai halal center Indonesia. Hal ini dikatakannya dalam pembukaan pelatihan pendamping Proses Produk Halal (PPH) di Gedung Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Jum’at-Sabtu (18-19/03/2022).

 

“Indonesia belum masuk dalam 5 besar negara yang mengekspor produk-produk halal dunia. Tertinggal dari Brazil, Australia dan Malaysia, padahal potensi dan jumlah penduduk muslim Indonesia merupakan terbesar di dunia,” katanya.

 

Selain itu, Ia mengungkapkan bahwa isu-isu halal ini harus diperkuat oleh siapapun khususnya di Jatim. Presiden dan wakilnya sudah memberikan dukungan agar Indonesia menjadi pusat halal dunia.

 

“Sedangkan Gubernur Khofifah sangat antusias untuk menjadikan provinsi besar ini sebagai provinsi yang kuat dalam industri halal di Indonesia,” ungkap Guru Besar Ilmu Pemerintahan yang juga Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

 

Dirinya berkomitmen melatih 3.500 orang pendamping PPH dengan jumlah trainer dari PW ISNU Jatim yang tersertifikasi.
 

“Nantinya, para pendamping ini yang akan mendampingi proses sertifikasi halal industri mikro kecil melalui jalur self declare atau pernyataan mandiri,” terangnya.

 

Trend halal di luar negeri  menurut Prof. Mas’ud bisa digelorakan sebab sudah terbukti halal yang diajarkan Islam juga termasuk higienis dan sehat.

 

“Yang namanya halal food, dekat dengan higienis dan healthy. Di Barat, kalau sudah ada label halal maka pembelinya grudak-gruduk alias laris. Ini juga salah satu pemicu Islam menjadi agama yang terbesar perkembangannya di Barat karena yang diteliti itu selalu benar,” tegasnya.

 

Selanjutnya, Rektor Unusa Prof. Dr. Ahmad Jazidie, M.Eng mengaku senang dan bangga menjadi bagian dari proyek strategis nasional ini.

 

“Sewaktu studi di Jepang, dulu banyak makanan yang berbahan babi. Dengan meningkatnya trend halal di Jepang, saya semakin banyak menemukan makanan halal dijual. Makanan berlabel halal selain dibeli konsumen muslim, ternyata juga disukai oleh orang Jepang,” terang Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh (ITS) Nopember Surabaya ini.

 

“Tidak hanya itu, sekarang ini banyak juga negara barat yang muslim friendly tourism atau pariwisata halal, mengingat isu halal direspon positif di luar negeri,” pungkasnya.


Editor:

Pendidikan Terbaru