• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Pendidikan

Mahasiswa Unusa Sosialisasi Penerapan K3 pada Tukang Las

Mahasiswa Unusa Sosialisasi Penerapan K3 pada Tukang Las
Mahasiswa Unusa saat sosialisasi terkait penerapan K3 pada bengkel las. (Foto: NOJ/Unusa)
Mahasiswa Unusa saat sosialisasi terkait penerapan K3 pada bengkel las. (Foto: NOJ/Unusa)

Surabaya, NU Online Jatim
Mahasiswa Program Studi (Prodi) D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melaksanakan pengabdian masyarakat dengan sosialisasi terkait penerapan K3 pada bengkel las. Kegiatan dipusatkan di Bengkel Las Sumber Makmur di Jalan Jemur Ngawinan, Surabaya, Jum’at (11/02/2022).


Hal ini penting dilakukan, tentunya para tukang las harus paham akan bahaya yang mengintai dalam pekerjaannya. Para mahasiswa melakukan pengukuran kebisingan dan cahaya menggunakan alat Questemp. Kegiatan ini didampingi Merry Sunaryo, S.KM., M.KKK selaku dosen K3 Unusa dan Puspita Dwi Kartikasari S.ST. selaku Laboran Unusa.


Salah satu mahasiswa K3 yang mengikuti kegiatan tersebut, Naufal Ilham Saputra mengatakan, bekerja di bengkel las merupakan pekerjaan dengan resiko kesehatan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan kebisingan karena proses pemotongan besi hingga proses las yang membuat cahaya yang berlebih dapat mempengaruhi kesehatan mata maupun telinga.


“Kami melaksanakan pengabdian masyarakat di bengkel las, karena resiko kesehatan yang dialami cukup besar. Kebisingan bisa mempengaruhi pendengaran, sedangkan cahaya berlebih dari proses ngelas dapat membuat mata akan mengalami masalah,” katanya.


Ia memberikan solusi agar bisa mengurangi radiasi cahaya berlebih dengan menggunakan kacamata hitam dan alat pelindung telinga yakni Earmuff untuk mengatasi masalah kebisingan.


“Sebelumnya, kami juga telah melakukan identifikasi lingkungan, terkait pekerjaan yang penuh dengan resiko. Pekerja di bengkel las merupakan salah satu orang yang beresiko berat mengalami masalah pada kesehatannya,” ucap mahasiswa semester 3 ini.


Pihaknya berharap, dengan kegiatan ini para pekerja di bengkel las dapat terjamin kesehatannya. “Sehingga para pekerja bisa menjalani pekerjaan dengan aman dan nyaman karena sudah tahu cara mengantisiasi berbagai bahaya yang mengintai,” pungkasnya.


Sementara salah satu pekerja bengkel las, Ahmad Fauzi mengaku baru mengetahui jika tingkat kebisingan di tempat kerjanya cukup tinggi. Selain itu pencahayaan yang berlebih dari proses pengelasan menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan.


“Kami biasanya tidak menggunakan pelindung telinga, namun karena mahasiswa menilai kebisingan yang terjadi di bengkel cukup tinggi, maka kedepannya kami akan menggunakan pelindung telinga,” ungkapnya.


Dirinya juga berterima kasih kepada mahasiswa yang melakukan edukasi di bengkel las yang ada di sekitar kampus Unusa. Ia merasa senang karena edukasi ini membuatnya paham akan penting dan bahaya yang ada di sekitar tempat kerja.


Pendidikan Terbaru