Pendidikan

Kawal Mutu Pendidikan Pesantren, Prof Haris Dilantik Jadi Asesor Ma’had Aly

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 11:00 WIB

Kawal Mutu Pendidikan Pesantren, Prof Haris Dilantik Jadi Asesor Ma’had Aly

Peserta pelatihan asesor Ma'had Aly. (Foto: NOJ/ist)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengasuh Ponpes Darul Hikam Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC dilantik resmi menjadi asesor Ma’had Aly seluruh Indonesia. Pelantikan ini dilakukan setelah lulus Pelatihan Asesor Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Pesantren Jenjang Ma’had Aly. Pelatihan ini digelar pada 18–22 Agustus 2025 di Hotel Novotel Tangcity Superblock, Kota Tangerang, Banten.

 

Pelatihan yang diselenggarakan Majelis Masyayikh ini bertujuan mencetak asesor profesional yang bertugas menilai dan menjamin mutu Ma’had Aly di berbagai daerah. Para peserta yang terdiri dari akademisi, kiai, dan praktisi Ma’had Aly, dibekali instrumen evaluasi serta standar akreditasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mutu pendidikan Ma’had Aly sebagai pendidikan tinggi khas di pesantrem semakin terjamin.

 

Prof. Haris menilai penunjukan dirinya sebagai asesor merupakan amanah besar.  “Saya alumni Ma’had Aly Angkatan Ketiga tahun 1996–1999 di Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, Guru Besar UIN KHAS Jember dan Pengasuh Ponpes Darul Hikam Jember. Tentu menjadi kebanggaan, kalau saya bisa menjadi asesor Ma’had Ali sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu Ma’had Ali,” ungkap Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) Pusat itu.

 

Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur itu menambahkan, penjaminan mutu menjadi kunci agar Ma’had Aly tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan kekhasan pendidikan pesantren. Menurutnya, peningkatan mutu tidak hanya menyentuh aspek kurikulum dan capaian pembelajaran, tetapi juga mencakup tata kelola, dosen, hingga atmosfer akademik yang kondusif.

 

“Alhamdulillah, kami full mengikuti pelatihan asesor. Dan tanggal 22 Agustus 2025, kami dilantik menjadi Asesor Ma’had Aly. Dari pelatihan ini ini kami tahu bahwa asesor Ma’had Aly bukan hanya sebagai penilai, namun juga evaluator dan jembatan komunikasi Majlis Masyayikh dengan Ma’had Aly di seluruh Indonesia,” tambah Prof. Haris yang juga Dewan Pakar PB IKA PMII Periode 2025-2030 ini.

 

Keterlibatan Prof. Haris di tingkat nasional menegaskan peran Pondok Pesantren Darul Hikam dalam menyumbangkan SDM berkualitas bagi pengembangan pendidikan pesantren. Sebagai pengasuh pesantren sekaligus akademisi, Prof. Haris dinilai layak dalam menilai dan melakukan pendampingan mutu pendidikan.

 

Selain itu, pengalaman panjangnya di dunia akademik dan pesantren memperkuat keyakinan bahwa pendidikan tinggi Islam perlu menggabungkan tradisi dengan inovasi.

 

“Saya melihat Ma’had Aly memiliki posisi strategis dalam melahirkan ulama yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga mampu menjawab tantangan kebangsaan,” jelas Prof. Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 2019-2023 itu.

 

Pelatihan asesor yang diikuti Prof. Haris berlangsung intensif selama lima hari. Para peserta difokuskan pada praktik penjaminan mutu eksternal, diskusi instrumen, serta simulasi asesmen. Hasil dari pelatihan ini diharapkan melahirkan asesor yang independen, objektif, berintegritas, dan profesional.

 

Ke depan, peran asesor akan sangat menentukan arah mutu Ma’had Aly. Kementerian Agama RI menargetkan setiap Ma’had Aly dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, tanpa meninggalkan kekhasan pesantren. Acara pelatihan asesor  ini dibuka oleh Dr. KH. Abd Ghafar Rozin, (Ketua Majlis Masyayikh) dan ditutup oleh Dr. KH. Ach. Muhyidin Khotib, MA. (Sekretaris Majlis Masyayikh).

 

Penulis: Wildan Rofikil Anwar