• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Pendidikan

Unusa Peringati Nuzulul Qur’an 1443 H secara Hybrid

Unusa Peringati Nuzulul Qur’an 1443 H secara Hybrid
Peringatan nuzulul qur’an Unusa. (Foto: NOJ/Humas Unusa)
Peringatan nuzulul qur’an Unusa. (Foto: NOJ/Humas Unusa)

Surabaya, NU Online Jatim
Unusa menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1443 Hijriyah bertajuk ‘Ngaji Hikmah Nuzulul Qur’an’ yang dibawakan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng, Jombang, Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag, Rabu (20/04/2022).


Acara digelar secara hybrid di Auditorium Lantai 9 Unusa Tower Kampus B. Dosen maupun mahasiswa dari semua program studi ikut hadir di auditorium maupun secara daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube.


Tidak hanya mahasiswa Unusa, namun mahasiswa dari perguruan tinggi dibawa naungan LPTNU juga turut hadir daring dan pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis).


Wakil Rektor II Ir. Muhammad Faqih, M.SA., Ph.D mengatakan, acara ini dapat menjadi momentum mahasiswa maupun seluruh sivitas akademika Unusa terus membenahi diri untuk menjadi lebih baik.


"Melalui acara ini ke depan kita sama-sama untuk bisa menjadi lebih baik lagi," katanya.


Faqih menyebutkan, manfaat Al Qur’an sangat besar bagi kemajuan dan kehidupan di dunia. Ini sudah dibuktikan dalam ilmu pengetahuan atau sains. "Meskipun ilmu pengetahuan belum bisa dipercaya 100 persen," terangnya.


Sementara narasumber Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag menjelaskan, bahwa ia tidak mengetahui pertimbangan Allah SWT menuzululkan Al Qur’an di planet yang kecil ini. Bahkan Allah punya planet lain yang ada penghuninya, tetapi yang menjengkelkan itu manusia.


"Tapi kita harus bersyukur karena justru itu yang paling dikasih Al Qur’an," ucapnya.


Musta'in menjelaskan, Al Qur’an memiliki bahasa yang sangat unik, dimana Al Qur’an memiliki stylenya sendiri. "Sehingga tidak salah jika banyak penafsiran tiap orang berbeda-beda," ungkapnya.


Pengasuh Pondok Pesantren MQ Tebuireng, Jombang ini menyampaikan bahwa tidak ada yang mengetahui pasti akan terjadinya malam lailatul qadar. Namun yang dikatahui malam lailatul qadar terjadi pada malam 21, 23 dan 25.


"Namun dalam tafsir Isyari bisa jadi malam lailatul qadar terjadi pada malam 27, namun itu belum bisa menjadi pedoman," pungkasnya.


Pendidikan Terbaru