Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Keripik Berbahan Kedelai jadi Produk Baru di Pesantren Amanatul Ummah

Keripik Berbahan Kedelai jadi Produk Baru di Pesantren Amanatul Ummah
Produk air mineral dan keripik Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto. (Foto: NOJ/AR)
Produk air mineral dan keripik Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto. (Foto: NOJ/AR)

Mojokerto, NU Online Jatim
Pesantren Amanatul Ummah merupakan salah satu pesantren peserta program One Pesantren One Product (OPOP) dari Pemprov Jatim. Program ini mendorong setiap pesantren memiliki minimal satu produk unggulan.

 

OPOP ditujukan untuk memberikan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren melalui tiga pilar. Yakni pemberdayaan santri (santripreneur), pesantreneneur, dan masyarakat alumni pesantren (sociopreneur).

 

Untuk itu, pesantren Amanatul Ummah memiliki beberapa produk unggulan guna menumbuhkan pesantren bangkit, diantaranya Usaha Air Mineral Afia, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) mitra PT Pertamina Persero, dan yang paling menarik usaha Tahu tempe yang sudah dikemas sehingga menjadi produk yang berkualitas.

 

Gus Afif Zamroni yang merupakan pengelola perusahaan air mineral Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Amanatul Ummah, Afia. 

 

"Kami memiliki beberapa produk mandiri, diantaranya koperasi mandiri, sebagai penampung hasil dari penjualan produk, yang menariknya ada produksi tahu tempe, keripik yang berbahan dasar kedelai pilihan," katanya, Ahad (28/02/2021) di Masjid Mahasiswa Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC), Pacet, Mojokerto.


Sambung Gus Afif, pemasaran produk dari olahan kedelai sementara masih di santri Amanatul Ummah Mojokerto-Surabaya.

 

"Selain itu, kami memasarkan ke beberapa pondok pesantren yang sudah berkerja sama dengan kami," terangnya

 

Sementara itu, salah satu santri Amanatul Ummah, Ahmad Syaid berharap agar santri memiliki jiwa enterprenuer seperti yang diharapkan KH Asep Saifuddin Chalim.

 

"Harapan saya, ini salah satu yang perlu dikembangkan, selain mengaji santri harus memiliki jiwa enterprenuer, sehingga mampu bersaing ketika nanti lulus di lembaga pesantren masing-masing," harapnya


Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim