• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Buka MTQ JQHNU, Bupati Lumajang Kisahkan Masa Ikut Lomba Qiraah

Buka MTQ JQHNU, Bupati Lumajang Kisahkan Masa Ikut Lomba Qiraah
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq di acara MTQ JQHNU. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq di acara MTQ JQHNU. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Siapa yang tidak kenal Cak Thoriq. Bupati Lumajang bernama lengkap H Thoriqul Haq ini dikenal sebagai bupati bersuara emas yang sering menampilkan keahliannya dalam melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an di beberapa kesempatan.

 

Kemampuan itu ternyata diasah Cak Thoriq mulai kecil. Dan dalam perjalanannya, kemampuan itu dirasakan sangat besar termasuk menikmati keindahan di setiap ayat Al-Qur'an.

 

"Alhamdulillah, saya teringat dulu juga menjadi peserta tilawah tingkat Kecamatan Kunir dan Lumajang saat anak-anak,” katanya  di depan peserta Musabaqoh Tilawatul Qur'an (MTQ) Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Lumajang, Ahad (26/09/2021). 

 

Pada kegiatan yang dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ulum (MINU) Desa Sememu Kecamatan Pasirian tersebut, dirinya mengisahkan bahwa begitu remaja, melanjutkan keahlian tilawahnya saat di pesantren. 

 

Manfaat yang dirasakan saat melantunan Al-Qur'an dengan lantunan, tajwid, dan nada yang benar membutanya merasakan nikmat luar biasa.

 

“Kenikmatan itu tidak datang tiba tiba, tapi butuh latihan," kisahnya.

 

Cak Thoriq yang hadir untuk membuka MTQ ini menuturkan, zaman sekarang belajar qiraah atau tilawah sangat mudah. Disamping banyaknya guru yang mumpuni, juga didukung akses yang mudah dijangkau.

 

Didampingi Kiai Zainuddin yang juga juara qari nasional, bupati yang sedang menempuh program doktor ini menjelaskan bagaimana berlikunya untuk belajar tilawah.

 

"Kiai Zainuddin dulu kalau mau belajar tilawah naik sepeda ontel dari Sememu ke Lumajang yang jaraknya 15 kilo meter,” jelasnya. Kendati harus menempuh perjalanan demikian jauh, semangat anak zaman dulu luar biasa, lanjutnya.

 

Disampaikan pula bahwa MTQ adalah media untuk mengembangkan diri. Termasuk berbagi pengalaman dengan peserta lain sehingga semangat berkompetisi akan selalu terjaga dan tumbuh. 

 

"Prestasi penting untuk mengukur hasil latihan kita,” kata alumnus Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang tersebut.

 

Hal tersebut terjadi karena selama musabaqah semua dinilai dari mulai tajwid, adab, nada dan lainnya. Dan keberadaan musabaqah menjadi evaluasi bagi latihan berikutnya agar lebih baik.

 

Di ujung sambutan, Cak Thoriq berharap JQHNU terus menggencarkan pembinaan. Kedepan, dirinya berjanji memberikan mobil operasional untuk JQHNU agar pembinaan dapat tertangani dengan baik.

 

"Saya minta untuk pembinaanya lebih kuat lagi sehingga prestasinya bisa meningkat. Insyaallah saya bersama DPRD akan memberikan kendaraan untuk JQHNU biar digunakan pembinaan keliling baik tahfizh dan tilawah," pungkasnya.

 

MTQ JQHNU Lumajang dibuka Cak Thoriq dengan pemukulan rebana bersama dewan hakim dan masyayikh lain.


Penulis: Sufyan Arif


Editor:

Tapal Kuda Terbaru