• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Tapal Kuda

Hikmah Tiga Teknologi di Balik Peristiwa Isra’ Mi’raj

Hikmah Tiga Teknologi di Balik Peristiwa Isra’ Mi’raj
KH Ahmad Sadid Jauhari, Rais Syuriyah PBNU, di acara Harlah NU di Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)
KH Ahmad Sadid Jauhari, Rais Syuriyah PBNU, di acara Harlah NU di Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah SAW yang terjadi pada Bulan Rajab memberikan banyak pelajaran berharga. Di antaranya tentang pentingnya Nahdlatul Ulama mengembangkan tiga teknologi yang banyak dibutuhkan masyarakat,  yaitu teknologi transportasi, informasi dan kedokteran.

 

Hal itu dijelaskan KH Ahmad Sadid Jauhari, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU yang diadakan PCNU Lumajang pada Rabu (16/02/2022) malam di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.

 

Sesuai dengan tema harlah kali ini, Merawat Jagad Membangun Peradaban,  menurut Kiai Sadid, mukjizat yang diberikan kepada para Nabi sesuai dengan kebutuhan umatnya, termasuk mukjizat Rasulullah saat Isra' Mi'raj yang hanya ditempuh beberapa saat saja dengan kendaraan Buraq yang sangat cepat.

 

"Maka ketika Rasulullah ada di utaranya Ka'bah, beliau didatangi para musuhnya untuk ngetes tentang apa yang diumumkan beliau tentang Isra'Mi'raj. Mereka menanyakan jumlah tiang, pintu, jendela Masjid  Al-Aqsa. maka oleh Allah dikaruniakan mukjizat seakan-akan bumi itu rata sampai Nabi melihat jelas (3D) Baitul Maqdis, maka beliau tinggal ngitung," cerita Kiai Sadid.

 

Hal itu mengajarkan dua teknologi yang saat ini terus dikembangkan oleh umat manusia. ”Yaitu kecanggihan tranportasi dan infromasi, sehingga siapa yang teknologinya paling baik, maka dia yang menguasai dunia dan NU harus ambil bagian mengenai itu,” katanya.

 

"Sebenarnya banyak warga Indonesia dan mereka Nahdliyin, yang ahli teknologi namun kebanyakan mereka bekerja di luar negeri, karena kurang mendapat perhatian. Presiden Jokowi pernah meminta NU bisa ikut bagian merayu warganya yang ahli teknologi untuk bisa kembali Indonesia," imbuh Kiai Sadid.

 

Kiai Sadid menambahkan, beberapa peristiwa pembedahan yang dilakukan Malaikat Jibril kepada Rasulullah, termasuk saat hendak Isra' Mi'raj, juga menjadi bagian pembelajaran penting untuk umat Islam di era ini. Hal itu menjadi sebuah teknologi kedokteran penting yang juga harus terus dipelajari umat Islam.

 

"Sekarang kita berlomba untuk ini, membuat alat yang mempercepat transportasi, kecanggihan media informasi dan kedokteran sebaimana terdapat dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Semoga kita bisa ikut berkompetisi dalam pengembangan itu, walaupun sekarang kita masih kalah tapi semoga suatu saat kita bisa melompat jauh," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru