• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

Inilah Bahaya Sifat Iri, Dengki dan Hasud Menurut Kiai Marzuki

Inilah Bahaya Sifat Iri, Dengki dan Hasud Menurut Kiai Marzuki
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ)
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ)

Pasuruan, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar mengatakan bahwa sifat iri, dengki dan hasud merupakan salah satu sifat yang dapat merusak pahala ibadah. Hal itu diungkapkan Kiai Marzuki saat peringata maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Arraudhah, Tambak Rejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (03/10/2022).


"Tiga sifat inilah yang dapat merusak pahala dalam persatuan berbangsa dan bernegara," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek Malang ini.


Menurutnya, umat-umat terdahulu diberikan umur yang panjang oleh Allah, sehingga tidak berat dalam beribadah. Sedangkan umat Rasulullah SAW diberikan umur pendek namun dituntut punya pahala yang sama dengan umat terdahulu yang hidup ratusan tahun.


"Jika kita ingin mendapatkan pahala seperti halnya umat terdahulu kuncinya adalah jauhi iri, dengki dan hasud kepada semua orang, khususnya saudara mukmin," katanya.


Kiai Marzuki mengatakan, umat Muslim hendaknya bersatu antara satu dengan yang lainnya. "Jika ada orang yang berbada pendapat hendaknya tidak perlu membid’ahkan, karena musuh kita yang sesungguhnya adalah setan," tegasnya.


Dirinya pun berpesan agar sesama umat Muslim saling mendukung dalam setiap usaha yang dilakukan. Jika ada saudara muslim yang membuka toko, madrasah, dan lain sebagainya jangan dimusuhi, tapi hendaknya didukung karena mempunyai visi-misi.


"Jangan iri, dengki, dan hasud kepada sesama Muslim. Dukung terus karena musuh yang sesungguhnya adalah jin dan setan," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru