• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 13 Agustus 2022

Tapal Kuda

Jelang Ramadlan, Ratusan Santri Pesantren Miftahul Ulum Bondowoso Pulkam

Jelang Ramadlan, Ratusan Santri Pesantren Miftahul Ulum Bondowoso Pulkam
Foto: NOJ/ gatra.com
Foto: NOJ/ gatra.com

Bondowoso, NU Online Jatim

Ratusan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Tempeng Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso mulai pulang kampung (Pulkam) ke rumah masing-masing. Hal ini dalam rangka liburan sementara untuk mengisi bulan suci Ramadlan 1442 Hijirah.

 

Pelepasan kepulangan ratusan santri putri dan putra tersebut dilaksanakan di halaman  Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan menerapkan protokol kesehatan, Kamis (08/04/2021).

 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Tumpeng Wonosari KH Ghofur Bahruji dalam sambutanya mengatakan, pulangnya santri ke tempat tinggalnya masing-masing hanya raganya yang berpisah dengan pesantren dan guru, Namun secara batiniyah santri dan gurunya tidak akan pernah berpisah atau tetap tersambung.

 

Menurutnya, pemulangan santri ini merupakan perpisahan lafdzan laa maknan. Berpisah secara raga saja, namun sambungan rohani tetap terjalin dan tidak pernah berpisah.

 

Dalam kesempatan itu Kiai Ahmad pangilan akrabnya mengingatkan kepada seluruh santri untuk senantiasa istiqamah dalam beribadah. Khususnya ibadah puasa, kecuali bagi santri putri kalau sedang berhalangan tidak masalah meninggalkan. "Rukhsoh atau keringanan tidak puasa di bulan Ramadlan hanya dimiliki santri putri," jelasnya.

 

Oleh sebab itu, santri putri  harus mengingat dan tidak lupa mencatat tanggal dimulainya haidh. Karena masa paling lamanya haidh adalah kurang lebih 15 hari selebihnya adalah istihadlah.

 

Selain ibadah puasa, Kiai Ahmad juga mengingatkan kepada santrinya untuk  melaksanakan sholat tarawih dan tadarus di mushala atau masjid di daerah masing-masing.

 

"Apabila santri dibutuhkan oleh masyarakat misalnya untuk memimpin tahlil, menjadi bilal, khatib dan sebagainya santri harus siap," pintanya.

 

“Karena santri Miftahul Ulum Tumpeng adalah santri siap pakai. Ketika sudah berada di rumahnya masing-masing. Santri harus berani tampil," lanjutnya.

 



Sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing, para santri putri dan putra tersebut terlebih dahulu berpamitan kepada kekeluarga pesantren.

 

Editor: Romza


Editor:

Tapal Kuda Terbaru