• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Kader NU Kencong Belajar Cara Mengelola Sampah di Surabaya

Kader NU Kencong Belajar Cara Mengelola Sampah di Surabaya
Kader NU Kencong, Jember, belajar mengelola sampah di tempat pengelolaan sampah di Surabaya dan Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)
Kader NU Kencong, Jember, belajar mengelola sampah di tempat pengelolaan sampah di Surabaya dan Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)

Jember, NU Online Jatim

Sejumlah kader NU Kencong, Kabupaten Jember, melakukan studi banding ke Surabaya dan Sidoarjo untuk mengetahui cara mengelola sampah agar menjadi barang produktif Sabtu (11/09/2021). Kegiatan diikuti perwakilan dari LAZISNU, RMI, dan IPNU.

 

Di Surabaya, mereka mendatangi rumah Arya Kesyandria Ali Yasha di Jalan Ketintang Timur. Arya adalah finalis Pangeran Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Tahun 2020. Arya terpilih sebagai juara karena terobosannya mengelola sampah organik dengan media urai berupa maggot, sejenis pupa dari serangga.

 

Arya mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah organik dari limbah sayuran rumah warga dan pasar. "Limbah itu sangat melimpah, saya gunakan untuk pakan maggot," Tuturnya sambil menunjukan proses penguraian sampah organik.”

 

Kemudian, maggot yang dihasilkan digunakan sebagai pakan ikan. Tidak hanya itu, sisa makanan maggot yang sudah mengering masih bisa dikelola menjadi pupuk organik. Dengan begitu, kata Arya, tidak ada limbah atau sampah yang tidak berguna.

 

Kunjungan kedua dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Guna Lestari di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru.  Di sana, sampah  yang berasal dari rumah warga disortir  dan dipilah sesuai jenisnya. Sampah seperti, kantung plastik, botol plastic, dan kardus dikelola kembali agar memiliki nilai guna lebih.

 

Misbahul Ulum, Pembina TPST KSM Guna Lestari mengatakan, pengelolaan sampah tersebut sudah dilakukan mulai tahun 2017. Upaya tersebut selain  mengurangi sampah juga untuk membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Tercatat ada 70 orang bekerja sebagai pemilah sampah.

 

Dari hasil studi banding itu, PCNU Kencong berencana menerapkan ilmu yang sudah diserap di pondok pesantren di Kencong. Mengingat, banyak pondok pesantren besar di sekitar Kencong kurang memahami pengelolaan sampah. Hasilnya, sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

"Akhirnya dapat menimbulkan polusi udara dan kurangnya kebersihan lingkungan, dampak (buruk) nya  langsung pada masyarakat," ujar Ali Wafa, Ketua PC RMI Kencong.

 

Penulis: Sufyan Arif

 

Editor: Nur Faishal


Tapal Kuda Terbaru