• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Tapal Kuda

Konsolidasi Jamiyah, PRNU se-Wonomerto Probolinggo Dikukuhkan

Konsolidasi Jamiyah, PRNU se-Wonomerto Probolinggo Dikukuhkan
Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyah PCNU Kabupaten Probolinggo sekaligus mengukuhkan PRNU se-Kecamatan Wonomerto. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)
Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyah PCNU Kabupaten Probolinggo sekaligus mengukuhkan PRNU se-Kecamatan Wonomerto. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)

Probolinggo, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo melakukan turba dan silaturahim ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Ahad (10/10/2021). Kegiatan dipusatkan di Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan, Tunggak Cerme, Wonomerto, Probolinggo.


Turba dalam rangka konsolidasi jamiyah menuju 1 abad NU tersebut, dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2021. Selain itu, pada agenda ini juga dilakukan pengukuhan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Wonomerto.

 

Wakil Katib PCNU Kabupaten Probolinggo, Ustadz Ansori menggugah para pengurus untuk terus berkhidmat, dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, berjamaah, berjamiyah.


Ustadz Ansori mengajak, agar dalam setiap gerakan organisasi tetap merujuk pada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Pedoman Organisasi dan Administrasi Nahdlatul Ulama (POA-NU).

 

“Jangan sampai gerak organisasi melenceng atau keluar daripada hal-hal yang telah ditetapkan dalam AD/ART dan POA-NU,” katanya saat sambutan mewakili syuriyah.


Sementara Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Hamid mengajak Nahdliyin untuk memperbanyak syukur kepada Allah SWT karena telah ditakdir berkumpul dalam kegiatan yang barokah.


“Semoga kita semua senatiasa diberikan kesehatan oleh Allah dengan limpahan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.


Kiai Hamid menyatakan, turba dilakukan untuk menyapa warga Jamiyah Nahdlatul Ulama di pelosok desa. Agar terjalin silaturahim yang kuat, sehingga jamiyah terkonsolidasi dengan baik.


Di hadapan pengurus ranting yang dikukuhkan, Kiai Hamid mengingatkan pesan yang dikatakan oleh KH As'ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, yang telah masyhur di kalangan Nahdliyin. Bahwa, hendaknya NU dijadikan istri.


"Hendaknya NU itu ekabinih (dijadikan istri). Maksudnya apa? Agar pengurus NU memiliki kepekaan menghidupkan Jamiyah Nahdlatul Ulama dengan memberikan belanja," katanya menjelaskan perkataan Kiai As'ad.


Sebab jika sudah demikian, jamiyah yang didirikan oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari bisa hidup dan tetap tegak kokoh mengawal paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Menambah teduhnya suasana, kegiatan kali ini juga dimeriahkan dengan lantunan shalawat Nabi Simtut Duror oleh Jamaah Hadrah Santri binaan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor setempat.


Tapal Kuda Terbaru