• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Tapal Kuda

Pelatihan Aswaja Aplikatif UIJ: NU Selalu Hadir untuk Kepentingan Bangsa

Pelatihan Aswaja Aplikatif UIJ: NU Selalu Hadir untuk Kepentingan Bangsa
Pelatihan Aswaja Aplikatif di Universitas Islam Jember. (Foto: NOJ/Aryudi AR)
Pelatihan Aswaja Aplikatif di Universitas Islam Jember. (Foto: NOJ/Aryudi AR)

Jember, NU Online Jatim
Tidak bisa dipungkiri bahwa Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai sejarah yang panjang dalam menebar pengabdian di bumi Nusantara. Sejak zaman penjajahan, kemerdekaan, pasca-kemerdekaan hingga saat ini, NU tidak pernah absen dalam mengabdikan diri dan berkontribusi untuk Indonesia.

 

“NU selalu hadir setiap saat untuk membela kepentingan bangsa dan negara dalam kondisi apapun,” kata Ahmad Badrus Sholihin saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Aswaja Aplikatif di kampus 2 Universitas Islam Jember (UIJ), Jalan  Tidar No.19, Kloncing, Karangrejo, Sumbersari, Jember, Rabu (03/11).

 

Tokoh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalisat, Jember itu menegaskan bahwa NU sangat mencintai Indonesia. Bagi NU, katanya, tidak ada yang lebih berharga dibanding menjaga keutuhan NKRI. Apapun jika menyangkut kepentingan bangsa, NU siap merelakan segalanya.

 

“Bagi NU jelas, hubbul wathan minal iman, cinta Tanah Air adalah bagian dari iman,” tegasnya.

 

Salah satu bukti kecintaan itu adalah  dikeluarkannya Resolusi Jihad  tanggal 22 Oktober 1945 oleh KH M Hasyim Asy’ari untuk menghadang tentara Sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia. Resolusi Jihad itu membakar semangat umat Islam dan rakyat Indonesia untuk berperang melawan serdadu penjajah yang  tergabung dalam NICA. Dan seperti diketahui, akhirnya dalam peperangan yang berpusat di Surabaya dengan perbandingan kekuatan yang  tidak jomplang  itu, pejuang Indonesia berhasil membuat serdadu penjajah hancur berkeping-keping.

 

“Jadi di situ  sangat jelas peran NU dengan simbol KH M Hasyim Asy’ari. Ini fakta sejarah yang tidak bisa dibantah,” jelasnya.

 

Pelatihan Aswaja Aplikatif diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah (LP2AN) UIJ tersebut adalah gelombang ke-4 tahun 2021. LP2AN secara berkala rutin menggelar Pelatihan Aswaja Aplikatif bagi karyawan dan mahasiswa. Tujuannya adalah untuk memantapkan pengetahuan ke-NU-an peserta, baik dalam tataran wawasan maupun aplikasi. 

 

“Sebagai perguruan tinggi milik NU (Jember) kami berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan NU dan Aswaja,” ucap Kepala LP2AN UIJ,  Muhammad Ilyas di sela-sela acara.

 

Penulis: Aryudi A Razaq
 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru