• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Tapal Kuda

Lawan Radikalisme, UIJ Gencar Suarakan Moderasi Beragama

Lawan Radikalisme, UIJ Gencar Suarakan Moderasi Beragama
Kepala LP2AN UIJ, Muhammad Ilyas (kiri) dan Ketua FKPAI usai teken kerja sama. (Foto: NOJ/ Aryudi AR)
Kepala LP2AN UIJ, Muhammad Ilyas (kiri) dan Ketua FKPAI usai teken kerja sama. (Foto: NOJ/ Aryudi AR)

Jember, NU Online Jatim

Radikalisme masih menjadi momok di bumi Nusantara ini. Ideologi dan gerakannya  tidak pernah surut. Untuk mengantisipasi hal itu, Universitas Islam Jember (UIJ) menekankan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menyosialisasikan pentingnya moderasi beragama.

 

Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (LP2AN) UIJ, Muhammad Ilyas mengatakan, militansi yang dimiliki radikalis dengan propaganda agama yang disusupkan lumayan tinggi. Gerakan itu tidak hanya menyasar masyarakat umum, tapi merambah pelajar dan mahasiswa.

 

“Gerakan radikal wajib diperangi, tapi tidak harus dengan cara frontal, karena bisa menimbulkan gesekan horizontal,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kampus 1 UIJ, Rabu (27/10).

 

Menurutnya, gerakan radikal bisa dilawan dengan cara memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama tentang moderasi dan Islam rahmatan lil ’alamin. “Hal ini agar warga memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak mudah terpengaruhi propaganda mereka,” ungkapnya.

 

Ilyas menambahkan, Islam yang sebenarnya tidak pernah mengajarkan caci maki, kekerasan, apalagi mengkafir-kafirkan sesama Muslim. Islam sejatinya menjadi rahmat bagi segenap alam. Karena itu tidak masuk akal jika ada kelompok tertentu memaki manusia, bahkan menyerangnya dengan mengatasnamakan agama.

 

“Kalau seperti itu (kekerasan), terus di mana nilai Islam rahmatan lil ’alamin,”  terangnya.

 

Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang sejuk, cinta damai, dan tidak menyukai kekerasan. Jika pemahaman itu tersosialisasi dengan baik, maka radikalisme tidak akan laku.

 

“Untuk itu, kami memanfaatkan mahasiswa yang tengah melakukan KKN agar bisa berkomunikasi dengan masyarakat secara baik dan menyosialisasikan moderasi beragama,” ungkapnya.

 

Dirinya mengaku, bahwa UIJ juga menjalin kerja sama dengan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Jember.

 

“Nantinya, FKPAI akan memberikan pendampingan terhadap peserta KKN dalam menyosialisasikan moderasi beragama itu,” pungkasnya.

 

Penulis: Aryudi AR


Tapal Kuda Terbaru