• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Matraman

Kemenag Nganjuk Minta Masyarakat Waspada Ancaman Radikalisme

Kemenag Nganjuk Minta Masyarakat Waspada Ancaman Radikalisme
Kepala Kemenag Nganjuk, Moh Afif Fauzi. (Foto: NOJ/ Hafidz Yusuf)
Kepala Kemenag Nganjuk, Moh Afif Fauzi. (Foto: NOJ/ Hafidz Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk, Moh Afif Fauzi menegaskan, gerakan radikalisme dan terorisme merupakan musuh agama dan negara. Oleh karenanya, Nahdliyin harus waspada terhadap ancaman radikalisme itu.

 

Penegasan tersebut disampaikannya saat mengisi acara webinar penyuluh agama dengan tema ‘Menjaga Moderasi Akar Rumput, Bersinergi Hadang Radikalisme Atas Nama Agama’, Senin (25/10).

 

Menurut Afif, radikalisme dan terorisme merupakan musuh agama karena tindakan tersebut sangat bertentangan dengan prinsip dan nilai agama yang universal dan luhur.

 

“Tidak ada satu ajaran agama pun yang membenarkan tindakan-tindakan radikalisme dan terorisme tersebut,” ujar pria yang aktif di Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Nganjuk tersebut.

 

Ia pun menilai, radikalisme telah merusak sendi-sendi toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Untuk itu, Kemenag Nganjuk akan terus berkomitmen untuk menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

 

“Toleransi adalah elemen yang sangat penting dalam moderasi beragama. Tindakan terorisme yang telah banyak kita saksikan sebelumnya berasal dari cara pandang yang keliru dan jelas-jelas keluar dari ajaran agama,” ungkapnya.

 

Alumnus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri tersebut mengajak masyarakat untuk ikut mewaspadai atau mencermati gejala paham radikalisme di masyarakat.  Menurutnya, ancaman terbesar radikalisme bukan fisik, tapi secara propaganda yang secara masif menyasar masyarakat.

 

“Serangan propaganda ideologi secara massif dapat mempengaruhi pola pikir dan pandangan masyarakat. Serangan ideologis itulah yang lebih berbahaya,” tuturnya.

 

Untuk itu, lanjut Afif, dibutuhkan sebuah kerjasama yang kuat antara pemerintah dan organisasi-organisasi masyarakat dalam membangun kesadaran etis bagi masyarakat Indonesia.

 

“Salah satu yang bisa diterapkan adalah bijak ber-media sosial dan memproduksi konten-konten positif dalam mengamalkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kerakyatan, persatuan, dan keadilan secara kontinyu serta mudah dipahami," pungkasnya.

 

Penulis: Hafidz Yusuf


Matraman Terbaru