• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Tapal Kuda

Pesantren Wahid Hasyim Bekali Santri Shalat Sempurna ala Rasulullah

Pesantren Wahid Hasyim Bekali Santri Shalat Sempurna ala Rasulullah
Pondok Pesantren KH A Wahid Hasyim, Bangil, Pasuruan. (Foto: Istimewa).
Pondok Pesantren KH A Wahid Hasyim, Bangil, Pasuruan. (Foto: Istimewa).

Pasuruan, NU Online Jatim

Pondok Pesantren KH A Wahid Hasyim, Bangil, Pasuruan mengadakan pelatihan shalat sempurna ala Rasullullah untuk santri putri. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari dan dibagi dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 26-27 dan 31 Juli 2021.

 

Pengasuh  Pesantren KH A Wahid Hasyim Bangil, KH Ahmad Wildan Khoiron mengatakan, berharap agar santriwati nantinya dapat menerapkan hasil pelatihan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Selain agar menjadi pribadi yang lebih baik dalam beribadah, juga agar tidak sia-sia capek ikut pelatihan,” ujar pria yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil ini.

 

Di samping itu, Ning Hurin Ain putri pengasuh pesantren menyampaikan, bahwa kegiatan itu merupakan upaya pesantren dalam mewujudkan santri yang kompeten dalam gerakan dan bacaan shalat menurut Rasulullah, serta menyadari akan pentingnya sanad keilmuan.

 

“Saya menyarankan kepada santriwati agar mencari ilmu yang ada sanadnya dengan guru, bukan melalui internet,” ungkap Ning Ririn, sapaan akarabnya.

 

Pengurus Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH M Sholeh Qosim sebagai pemateri menyampaikan, bahwa shalat yang dilakukan hendaknya meniru shalat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.

 

Kendati demikian, Kiai Sholeh yang seorang penulis buku Best Seller Tuntunan Shalat seperti Nabi itu mengatakan, hal ini dilakukan dengan tanpa menyalahkan shalat yang dilakukan oleh orang lain yang berbeda.

 

“Kita hendaknya menyempurnakan, bukan menyalahkan. Dan antara keduanya itu berbeda,” pungkasnya.

 

Penulis: Sulistiya Dwi Rachmawati

Editor: A Habiburrahman


Tapal Kuda Terbaru