• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 30 Januari 2023

Tapal Kuda

Ketua NU Pasuruan Ajak Rajin Membaca Agar Kritis

Ketua NU Pasuruan Ajak Rajin Membaca Agar Kritis
HM Nailurrohman (kanan), Ketua PCNU Kota Pasuruan. (Foto: pcnukotapasuruan.or.id)
HM Nailurrohman (kanan), Ketua PCNU Kota Pasuruan. (Foto: pcnukotapasuruan.or.id)

Pasuruan, NU Online Jatim

Seorang Muslim harus suka membaca sesuai pesan Al-Qur'an. Sebab, dengan membaca umat Islam tidak akan ketinggalan dalam aspek perkembangan pengetahuan.

 

Hal itu disampaikan HM Nailurohman, Pimpinan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan saat mengisi pengajian Aqidaul Awam secara virtual pada Jumat (30/07/2021) malam.

 

"Pesan Al-Qur'an adalah membaca. Karena itu melatih analisis kita dan daya kritis kita," ujarnya.

 

Gus Amak sapaan akrabnya mengatakan, dalam wiridul latif juga dianjurkan untuk berlindung kepada Allah dari sifat malas.

 

"Secerdas apa manusia kalau malas ya rugi. Dan siapapun orang yang rajin meskipun kecerdasannya rendah pasti bisa pinter," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan tersebut.

 

Gus Amak juga merumpamakan orang rajin ibarat pisau tumpul yang sering diasah hingga lama-kelamaan akan tajam.

 

"Islam itu agama pengetahuan, maka jangan sampai kita ini ketinggalan dalam pengetahuan," pesan Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur tersebut.

 

Dalam kesempatan itu, Gus Amak juga mengatakan, mencintai keluarga Nabi Muhammad SAW itu wajib. Serta menyakiti keluarga nabi itu kedzaliman yang besar.

 

"Orang yang tidak mencintai nabi dan keluarga, dia tidak akan menjumpai manisnya iman," imbuhnya.

 

Oleh karenanya, ia mengajak menanamkan kecintaaan kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya sejak dini. Jika rasa cinta itu belum ada harus ditanyakan kepada diri sendiri.

 

"Saya ini saat ada keturunan Nabi Muhammad hormat tidak ya, saat nama Nabi Muhammad di sebut sholawat tidak ya, tanyakan kepada diri kita sendiri. Selain itu, nabi juga memerintahkan cintailah aku karena Allah, cintai keluargaku sebagimana kamu mencintaiku," ungkapnya.

 

Gus Amak menjelaskan, jika ada keluarga nabi yang prilakunya melenceng dari ajaran Nabi Muhammad SAW tidak perlu diikuti tetapi harus tetap dihormati.

 

 

"Kata Mbah Maimun Zubair itu ibarat Al Qur'an yang sobek, meskipun sobek dan tidak bisa di baca tidak boleh diinjak-injak, harus tetap diambil dan diletakkan di atas," tandasnya.

 

"Jika bertemu turunan nabi yang perilakunya tidak sesuai dengan akhlanya nabi dan prinsipnya tidak sesuai dengan kita, tidak harus diikuti tetapi harus tetap dihormati," tegasnya.

 

Penulis: Faishol

Editor: Romza


Editor:

Tapal Kuda Terbaru